BGN meningkatkan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk. Koordinator BGN wilayah Kepulauan Anambas, Sahril, menyebut operasional SPPG hanya bisa dilanjutkan jika seluruh standar terpenuhi.
Salah satu syaratnya adalah memperbarui Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Baca Juga:
72 Siswa Diduga Keracunan MBG di Duren Sawit, BGN Minta Maaf dan Tutup Dapur SPPG
"Kami tekankan SPPG harus meningkatkan pengawasan dan melakukan perbaikan sesuai standar BGN," ujarnya.
Pemerintah daerah sebelumnya juga telah melakukan pengujian sampel makanan menggunakan rapid test serta mengirimkannya ke BPOM Batam untuk analisis lanjutan.
Hasilnya, selain kandungan boraks dengan kadar cukup tinggi, juga ditemukan bakteri E. coli yang memperkuat dugaan penyebab keracunan massal tersebut.
Baca Juga:
Hindari Mencampur Buah Ini Secara Bersamaan , Jika Tidak Mau Keracunan
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.