Gejala yang Timbul
Gejala khas agorafobia termasuk ketakutan pada aktivitas seperti meninggalkan rumah sendirian, berada dala kerumunan atau menunggu dalam antrean, berda di uang tertutup, seperti bioskop, lift, atau toko kecil.
Baca Juga:
Kemenkes Temukan Penyakit Kulit dan Gangguan Pencernaan Dominasi Keluhan Warga Baduy
Namun, bisa juga dipicu saat berada di ruang terbuka, seperti tempat parkir, jembatan atau mal, bahkan sekedar enggunakan transportasi umum, seperti bus, pesawat, atau kereta api. Pada intinya penderita merasa segala sesuatu menjadi berbahaya sehingga ia merasa cemas.
Gejala Fisik yang Muncul
Apabila tidak segera ditangani, agorafobia akan semakin buruk dan memicu gangguan panik dan menimbulkan gejala fisik seperti detak jantung menjadi cepat, kesulitan bernapas atau perasaan tersedak, nyeri dada, merasa goyah, mati rasa atau kesemutan, kehilangan kendali, berkeringat berlebihan, sakit perut atau diare, dan takut mati.
Baca Juga:
5 Buah yang Efektif Menurunkan Asam Urat dan Mencegah Kambuh
Penyebab
Agorafobia termasuk kondisi kesehatan yang bersifat genetika, jadi ini mungkin saja akan diturunkan. Ini akan semakin berisiko ketika seseorang memiliki gangguan panik atau fobia lainnya, mengalami peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, seperti pelecehan, kematian orang tua, atau diserang, serta memiliki sifat yang mudah cemas.
Komplikasi