“Nah, kali ini kita juga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, dengan Pak Tito. Khususnya untuk mengintegrasikan data Satu Sehat dengan datanya,” ujar Budi.
Budi menilai integrasi tersebut penting karena selama ini masih terdapat perbedaan pencatatan antara sejumlah sumber data, termasuk data imunisasi, kelahiran ibu dan anak, serta data kependudukan.
Baca Juga:
Peringatan Hari Ulang Tahun Deli Serdang ke-80 dan Berbagai Pencapaian Penghargaan
Perbedaan tersebut dapat menyulitkan pemerintah ketika membutuhkan angka yang akurat sebagai dasar penyusunan program kesehatan.
Menurut dia, penyatuan berbagai basis data diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai jumlah kelahiran.
Data yang lebih akurat nantinya dapat membantu pemerintah dalam menyusun dan mengevaluasi program kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan ibu dan anak.
Baca Juga:
Besok Menkes Budi Naik Helikopter ke Nias Barat, Groundbreaking Pembangunan RS Tipe C
“Karena dari dulu kita selalu kesulitan menghitung bayi yang lahir itu yang benar berapa. Jadi antara tim imunisasi sama tim kelahiran ibu dan anak, datanya beda-beda,” katanya.
Dengan penguatan integrasi tersebut, pemerintah berharap ekosistem data kesehatan nasional dapat menjadi semakin terpadu.
Data yang terhubung antara sektor kesehatan dan kependudukan juga diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan ketepatan sasaran berbagai program kesehatan masyarakat.