WAHANANEWS.CO - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, memastikan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang menderita penyakit katastropik tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal di rumah sakit.
Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga keberlangsungan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Baca Juga:
BPJS Kesehatan Perkuat Transformasi Digital Melalui VIOLA, Permudah Akses Layanan JKN
Komitmen tersebut disampaikan Cak Imin saat meninjau pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (1/7/2026).
Dalam kunjungan itu, ia disambut Direktur RSUD Cengkareng dr. Lysbeth Regina Pandjaitan, Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, serta Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Barat Unting Patri Wicaksono Pribadi.
Di RSUD Cengkareng, Cak Imin meninjau proses pendaftaran peserta BPJS Kesehatan dan berdialog dengan sejumlah pasien terkait kemudahan pelayanan yang mereka terima.
Baca Juga:
Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Ditangkap Terkait Jaringan Narkoba
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Barat Unting Patri Wicaksono Pribadi (kedua dari kiri) menjelaskan pelayanan peserta BPJS Kesehatan kepada Menko PM Cak Imin, Rabu (1/7/2026). [WAHANANEWS / TIO]
Ia juga mengunjungi ruang hemodialisis untuk menyapa peserta PBI yang sedang menjalani cuci darah serta meninjau ruang rawat inap KRIS yang diperuntukkan bagi peserta BPJS Kesehatan.
Usai meninjau rumah sakit, Cak Imin melanjutkan kunjungan ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat di Jalan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, untuk melihat secara langsung pelayanan administrasi kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Saya melihat secara khusus pelayanan terhadap pasien cuci darah, terutama peserta PBI di RSUD Cengkareng. Pemerintah ingin memastikan pelayanan penyakit katastropik yang mengancam jiwa, seperti cuci darah dan penyakit jantung, berjalan lancar tanpa ada penundaan," ujar Cak Imin.
Menurutnya, pemerintah akan terus memperkuat sektor kesehatan agar seluruh masyarakat, terutama peserta PBI, memperoleh akses layanan yang berkualitas.
Ia menegaskan, sistem JKN yang dikelola BPJS Kesehatan merupakan wujud nyata semangat gotong royong, di mana seluruh peserta saling membantu membiayai pelayanan kesehatan.
"Industri kesehatan ini adalah pola kerja sama yang besar. Semua peserta saling bergotong royong untuk meringankan beban sesama," katanya.
Sebagai ilustrasi, Cak Imin menjelaskan bahwa biaya satu kali tindakan cuci darah sekitar Rp700 ribu ditanggung secara bersama-sama oleh sekitar 15 peserta BPJS Kesehatan. Apabila seorang pasien menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan, maka pembiayaannya selama satu bulan ditanggung secara gotong royong oleh sekitar 120 peserta.
"Semangat gotong royong inilah yang membuat pasien tetap bisa memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus menanggung seluruh biaya sendiri," ujarnya.
Menko PM Cak Imin di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Rabu (1/7/2026). [WAHANANEWS / TIO]
Cak Imin mengungkapkan, pemerintah setiap tahun mengalokasikan anggaran sekitar Rp48,6 triliun untuk membayar iuran peserta PBI BPJS Kesehatan.
Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan sekitar Rp22,2 triliun untuk pembiayaan layanan penyakit katastropik, seperti cuci darah, operasi jantung, kemoterapi, dan layanan kesehatan lainnya.
"Untuk pembiayaan layanan katastropik saja, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp22,2 triliun setiap tahun," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan tambahan anggaran kesehatan sebesar Rp20 triliun guna memperkuat pelayanan kesehatan nasional.
"Insya Allah akan ada tambahan anggaran sekitar Rp20 triliun agar pelayanan kesehatan semakin baik, terutama bagi peserta penerima bantuan iuran," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan dan komitmen pemerintah terhadap keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Kami mewakili seluruh peserta BPJS Kesehatan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang selama ini konsisten mendukung berbagai regulasi untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakat," kata Prihati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) dan tenaga medis yang terus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN di seluruh Indonesia.
Prihati mengimbau masyarakat untuk menjaga status kepesertaan BPJS Kesehatan agar tetap aktif sehingga manfaat Program JKN dapat terus dinikmati.
"Pesan kami kepada seluruh peserta, jagalah keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan. Bagi masyarakat yang belum terdaftar atau belum aktif, segera bergabung agar dapat memperoleh manfaat Program JKN," ujarnya.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Barat, Unting Patri Wicaksono Pribadi, menyambut baik kunjungan Menko PM ke kantornya.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BPJS Kesehatan Jakarta Barat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi kunjungan Bapak Menko PM. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, mudah, adil, dan berkualitas kepada seluruh peserta BPJS Kesehatan, khususnya di wilayah Jakarta Barat," pungkas Unting.