Ia memaparkan, chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan demam berdarah dengue (DBD), namun nyeri sendi pada penderita chikungunya biasanya lebih menonjol.
Baca Juga:
Kemenkes: Indonesia Masih Hadapi Beban Dengue Tertinggi di Asia Tenggara
"Kalau panas tidak turun tiga hari berturut-turut, sebaiknya segera ke rumah sakit," katanya.
Menurutnya, pemeriksaan trombosit sangat penting untuk membedakan chikungunya dengan DBD sehingga penanganan bisa lebih tepat.
Terkait pencegahan, dr. Jusuf mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.
Baca Juga:
Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Jadi Sorotan, Wamenkes Jelaskan Perbedaannya dengan Varian di Indonesia
"Bersihkan pot, tempat minum hewan, dan kuras bak mandi secara rutin," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa virus ini tidak menular langsung dari manusia ke manusia.
"Penularan lewat nyamuk, jadi vektornya harus diberantas," katanya.