WahanaNews.co | Setiap terjadi bencana alam atau peristiwa buruk yang menimpa banyak orang, pasti tersedia posko trauma healing yang disiapkan secara khusus untuk anak-anak yang menjadi korban bencana alam.
Sebenarnya penting nggak sih kegiatan trauma healing diberikan bagi anak-anak pasca terjadi bencana alam?
Baca Juga:
Banjir dan Longsor Terjang Manado: Dua Tewas, Ribuan Warga Terdampak
Sebagai orang dewasa, mereka bisa menyikapi bencana alam sebagai rangkaian dari takdir yang memang harus terjadi.
Mereka lebih mampu menerima kejadian ini secara lapang dada dibanding dengan anak-anak yang masih belum paham tentang alasan dibalik peristiwa buruk tersebut.
Bencana alam memang menjadi mimpi buruk bagi semua orang. Namun bagi anak-anak, kejadian tersebut akan membekas lebih dalam ingatan mereka. Tak jarang hal tersebut bisa menjadi sebuah trauma berkepanjangan.
Baca Juga:
Banjir Bandang Terjang Parapat Simalungun, 50 Rumah Rusak dan UGD RSUD Terendam
Oleh sebab itu, kegiatan trauma healing sangat berguna untuk mengatasi rasa trauma anak-anak yang menjadi korban bencana alam, sehingga hal tersebut sangat penting untuk dilakukan. Lalu, bagaimana cara untuk melakukan trauma healing pada anak?
Dilansir dari artikel The Asian Parents, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk memberikan treatment trauma healing bagi anak-anak untuk mengatasi rasa trauma mereka pasca bencana alam.
1. Ajak diskusi dan temani mereka