Atas kondisi tersebut, Presiden menegaskan bahwa penurunan angka TBC harus menjadi prioritas nasional dan dilakukan secara konsisten.
“Ini harus dilakukan secara signifikan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga:
Awasi Ketat Dapur MBG, Kerahkan Dokter Sampai Chef Profesional
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Wamenkes menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan ke 12 provinsi di berbagai wilayah Indonesia.
Kunjungan itu bertujuan untuk menyosialisasikan program penanganan TBC sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat.
Menurut Benjamin, penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi.
Baca Juga:
Kemenkes Susun Blueprint SDM Kesehatan 2026–2035 Berbasis Health Labour Market Analysis
Upaya ini dinilai penting guna memutus mata rantai penularan penyakit secara efektif di masyarakat.
“Sebenarnya penanganan TB itu sama seperti menangangi Covid-19,” katanya.
Penanganan harus difokuskan pada upaya mematikan bakteri penyebab TBC, yakni mycobacterium tuberculosis, hingga benar-benar tuntas.