WAHANANEWS.CO, Jakarta - Vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) kini semakin dipandang sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan, tidak hanya bagi perempuan tetapi juga bagi pria.
Imunisasi ini berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi virus HPV, yang dapat menyerang jaringan kulit dan selaput lendir manusia.
Baca Juga:
Waspada! Penyebaran Campak Meluas di 13 Provinsi, Ribuan Kasus Dilaporkan
Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman kesehatan Halodoc, virus HPV dapat memicu timbulnya kutil pada sejumlah bagian tubuh, mulai dari bahu hingga area genital.
Penularannya terjadi melalui kontak fisik langsung, termasuk hubungan seksual yang tidak aman, sehingga meningkatkan risiko infeksi pada individu yang tidak terlindungi.
Pemberian vaksin HPV secara lengkap terbukti mampu menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi kesehatan yang berbahaya pada pria.
Baca Juga:
IDAI Imbau Orang Tua Waspada Flu dan Batuk pada Anak Saat Libur Lebaran 2026
Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap sejumlah jenis kanker, seperti kanker penis, serta kanker pada bagian kepala dan leher yang kerap dikaitkan dengan infeksi HPV.
Selain itu, sekitar 70 persen kasus kanker kepala dan leher pada pria diketahui berhubungan dengan paparan virus HPV.
Tidak hanya itu, imunisasi ini juga berfungsi mencegah kanker anus serta kanker orofaringeal yang berpotensi fatal jika tidak ditangani sejak dini.
Para ahli kesehatan merekomendasikan pemberian dosis pertama vaksin HPV kepada anak laki-laki saat memasuki usia 11 hingga 12 tahun.
Untuk hasil optimal, dosis kedua sebaiknya diberikan dalam interval sekitar enam bulan setelah suntikan pertama.
Sementara itu, remaja hingga dewasa muda berusia 15 hingga 26 tahun tetap dianjurkan untuk menerima vaksin apabila belum pernah mendapatkannya.
Adapun bagi individu yang berusia di atas rentang tersebut, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis guna memastikan kelayakan vaksinasi sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Dari sisi keamanan, vaksin HPV telah melalui berbagai uji klinis dan dinyatakan aman digunakan.
Meski demikian, terdapat kelompok tertentu yang tidak dianjurkan untuk menerima vaksin ini, khususnya mereka yang memiliki riwayat alergi berat terhadap kandungan dalam vaksin.
Efek samping yang muncul setelah penyuntikan umumnya bersifat ringan dan sementara.
Beberapa gejala yang sering dilaporkan antara lain nyeri, pembengkakan, dan kemerahan di area suntikan.
Dalam beberapa kasus, penerima vaksin juga dapat mengalami pusing, mual, atau muntah sesaat setelah imunisasi.
Kendati demikian, gejala tersebut biasanya akan mereda dengan sendirinya dalam waktu singkat tanpa memerlukan penanganan khusus.
Masyarakat juga dianjurkan untuk beristirahat cukup setelah vaksinasi serta menjaga pola makan sehat guna membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya vaksin HPV, diharapkan masyarakat, khususnya pria, dapat lebih proaktif dalam melindungi diri dari risiko penyakit serius di masa depan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]