WAHANANEWS.CO, Jakarta – Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri, menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperluas program operasi katarak gratis di Indonesia.
Program hasil kolaborasi antara UEA dan Indonesia tersebut akan dikembangkan ke sejumlah daerah agar manfaat layanan kesehatan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Baca Juga:
UEA Negara Arab Pertama yang Membatasi Medsos Anak di Bawah 15 Tahun
Menurut Abdulla, operasi katarak gratis merupakan salah satu bentuk nyata dukungan UEA terhadap peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Program tersebut juga menjadi bagian dari hubungan kerja sama yang semakin erat antara kedua negara di berbagai bidang.
“Ini proyek kedua setelah Kalimantan, dan bukan yang terakhir. Kolaborasi operasi katarak akan terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Abdulla Salem Aldhaheri saat konferensi pers di Rumah Sakit Khusus Mata, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, 7 Agustus 2026.
Baca Juga:
Ketegangan di Timur Tengah, Nuklirnya Diserang UEA Sebut Sudah 'Kelewat Batas'
Abdulla menyampaikan, perluasan program akan dilakukan dengan mencari sejumlah wilayah lain yang membutuhkan layanan operasi katarak.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Ia menambahkan, kerja sama di bidang kesehatan menjadi salah satu bentuk hubungan erat antara UEA dan Indonesia.
Menurutnya, UEA akan terus mendukung berbagai upaya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia.
“Kami akan mencari area-area yang berbeda di mana kami bisa melakukan operasi seperti ini. Kami memiliki hubungan yang kuat dengan Republik Indonesia dan kami akan selalu berada di sisi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Komitmen untuk memperluas layanan operasi katarak tersebut juga sejalan dengan tantangan kesehatan mata yang masih dihadapi Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono sebelumnya mengungkapkan, jumlah kasus katarak di Indonesia yang telah terdeteksi mencapai sekitar 600 ribu kasus.
Namun, angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan jumlah penderita katarak di Indonesia.
Dante mengatakan, masih terdapat kemungkinan jumlah kasus sebenarnya jauh lebih tinggi karena data yang tersedia baru mencakup kasus yang telah teridentifikasi.
“Jumlah penyakit katarak di Indonesia itu kurang lebih ada 600 ribu kasus. Angka itu masih data yang terdeteksi, sebenarnya jumlahnya jauh lebih banyak daripada itu,” kata Dante Saksono Harbuwono saat diwawancarai di Rumah Sakit Khusus Mata Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dengan tingginya jumlah kasus tersebut, perluasan program operasi katarak gratis dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap penanganan gangguan penglihatan.
Kolaborasi antara UEA dan Indonesia diharapkan tidak hanya berlangsung dalam satu atau dua kegiatan, tetapi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]