WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seorang peneliti dan praktisi kesehatan, Debra Rose Wilson, PhD mengungkap dampak kesehatan jika kita tidak tidur selama berhari-hari.
Tidak Tidur Selama 24 jam
Tidak tertidur selama 24 jam bukanlah suatu hal yang patut dibanggakan. Hal ini tak jarang dialami orang-orang seperti bekerja lebih banyak waktu, mempersiapkan tes, atau sedang menjaga seseorang yang lagi sakit.
Baca Juga:
Mom Wajib Tahu? Ini Manfaat Makan Pisang Setiap Hari
Meskipun sebenarnya berbahaya, dampak yang terjadi sebenarnya seringkali dianggap biasa saja oleh orang-orang.
Adapun beberapa dampak yang terjadi ketika tidak tertidur selama 24 jam, antara lain:
- Iritasi
- Kesulitan memutuskan sesuatu.
- Sulit berkonsentrasi.
- Mata terasa kering.
- Memori defisit perlahan-lahan.
- Tremor
- Gangguan pendengaran dan penglihatan.
Tidak Tidur Selama 36 jam
Tidak tertidur selama 36 jam mengakibatkan seseorang mengalami beberapa hal pada tubuhnya.
Baca Juga:
Studi Ungkap Golongan Darah B Bisa Perlambat Penuaan, Cek Faktanya!
Fungsi tubuh perlahan akan bekerja sebaliknya dan ini yang membuat seseorang memiliki imunitas yang rendah. Adapun beberapa efek yang ditimbulkan, antara lain:
- Kehilangan selera makan.
- Metabolisme menurun.
- Suhu tubuh yang tidak stabil.
- Suasana hati berantakan.
- Level stres yang tinggi.
- Kehilangan fokus.
- Kehilangan motivasi.
- Pusing kepala yang ekstrim.
Tidak Tidur Selama 48 jam
Kian bertambah, efek yang ditimbulkan juga semakin parah. Tidak tertidur selama 48 jam penuh mengakibatkan tidur yang singkat dan mudah terganggu selama kira-klra 30 detik. Ini disebut sebagai microsleep.
Saat microsleep berlangsung, otak seakan-akan mengatur kita untuk tertidur. Namun, ketika kita terbangun, rasanya begitu sangat pusing.