WAHANANEWS.CO - Teror begal bersenjata tajam terjadi beruntun di Surabaya dan Sidoarjo saat seorang pedagang durian dibacok dan ponselnya dirampas, sementara pelaku yang sama sebelumnya juga mencuri ponsel milik pengemudi ojek online yang sedang tertidur di pinggir jalan.
Aksi pencurian dengan kekerasan terjadi di Jalan Raya Kalijaten, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, saat dua pelaku bersenjata tajam membacok seorang pedagang durian dan merampas ponsel korban pada Jumat (30/1/2025) dini hari.
Baca Juga:
Seluruh Korban Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny Ditemukan, Tim SAR Akhiri Pencarian
Usai kejadian tersebut, satu pelaku berhasil ditangkap warga dan menjadi bulan-bulanan massa, sementara satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku berinisial S diketahui sebelumnya juga terlibat pencurian ponsel milik seorang pengemudi ojek online di kawasan Wiyung, Kota Surabaya.
Korban pertama, Wahyudi Permono yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online, mengaku saat kejadian dirinya tengah tertidur di pinggir jalan kawasan Wiyung dengan ponsel yang disimpan di dalam tas selempang.
Baca Juga:
Pemprov Jatim Bangun Jalan Menuju Pasar Induk Agrobis Jemundo Sidoarjo
"Ponselnya saya simpan di tas selempang, mungkin terlalu nyenyak tidurnya, saya tidak merasa kalau ponsel saya sudah dicuri," jelas Wahyudi, Jumat (30/1/2025).
Tak hanya ponsel, pelaku juga mengambil kunci motor milik Wahyudi sehingga korban terpaksa menuntun kendaraannya sejauh tiga kilometer untuk kembali ke rumah.
"Pelaku juga ambil kunci motor saya. Ya akhirnya saya terpaksa nuntun motor sampai rumah. Mau telepon istri, hp saya hilang. Untungnya pelakunya tertangkap dan Ponsel saya balik. Saya tahunya dari aplikasi pelacak," ungkapnya.
Setelah melakukan pencurian di Surabaya, pelaku kembali melancarkan aksinya di wilayah Sidoarjo dengan menyasar seorang pedagang durian bernama Akhmad Jayusman yang saat itu tengah bermain ponsel di dekat lapaknya.
"Korban kedua bernama Akhmad Jayusman, yang merupakan pedagang durian. Saat itu dua orang pelaku datang dan mengancam dengan menggunakan pisau dapur, lalu merampas ponsel korban," jelas Kapolsek Taman Kompol Kanisius Franata.
Karena korban melakukan perlawanan, salah satu pelaku kemudian membacok kepala korban menggunakan pisau dapur hingga menyebabkan luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat.
"Karena melakukan perlawanan, korban dibacok oleh pelaku. Sekarang masih dirawat di rumah sakit karena terluka pada bagian kepala. Pelakunya ada 2 orang, yang 1 melarikan diri," tambahnya.
Pelaku berinisial S yang merupakan warga Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kemudian diserahkan warga ke Mapolsek Taman setelah sempat dihajar massa dan kini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Kami masih melakukan pengembangan terkait aksi pencurian dengan kekerasan ini. Kami juga masih memburu satu pelaku lain yang kabur," tegas Kanisius.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat (1) dan (2) huruf c dan d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan kekerasan sementara polisi juga berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Wiyung Surabaya untuk mengungkap rangkaian kasus tersebut.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]