Suyudi menjelaskan, salah satu kasus besar yang terbongkar berasal dari jaringan sabu Aceh–Bogor. Selain itu, aparat juga membekuk sindikat narkoba di Kalimantan Timur yang menggunakan jalur Samarinda–Berau, Kutai Timur, sebagai lintasan distribusi.
“Jaringan ini terhubung dengan sindikat internasional Golden Triangle. Kami juga menangkap dua tersangka lain di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya.
Baca Juga:
Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Tapteng, 10 Paket Ganja Diamankan
Tak hanya itu, penggerebekan juga dilakukan di kawasan yang dikenal sebagai kampung narkoba di Riau. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan ratusan paket sabu siap edar.
Sementara di Medan, tiga tersangka diamankan bersama barang bukti dua kilogram sabu, ribuan pil ekstasi, puluhan paket happy water, dan obat happy five.
Di Aceh, tim gabungan BNNP dan Polres Bireuen berhasil menggagalkan peredaran sabu dan ketamin yang diduga siap diedarkan ke sejumlah wilayah.
Baca Juga:
Disaksikan 16 Kurir, Polda Sumsel Musnahkan 11,7 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi: "Sumsel Bukan Sekadar Pasar, Tapi Jalur Perlintasan Narkoba"
Sedangkan di Sulawesi Tengah, aparat membongkar modus pengiriman ganja dari Medan ke Morowali menggunakan identitas penerima palsu.
Kasus lain terungkap di Kepulauan Riau. Petugas menggagalkan penyelundupan 260 vape yang diduga mengandung etomidate dari Malaysia melalui Pelabuhan Ferry Harbour Bay Batam.
Adapun di Jawa Timur, BNNP Jawa Timur bersama jajaran BNNK mengamankan 15 orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan barang bukti sabu puluhan gram.