Di ruang IGD, sebuah pengakuan yang disebut sebagai pernyataan terakhir korban mengejutkan keluarga.
"Ditanyalah ini anak, ya ngaku, dikasih minum air panas," kata Anwar.
Baca Juga:
PLN untuk Rakyat Dorong Pertumbuhan Industri Sukabumi Lewat Layanan Tambah Daya yang Lebih Andal
Ia menegaskan bahwa pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh korban di hadapan dirinya dan kakek angkatnya sehingga mendorong keluarga meminta dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.
"Makanya saya dorong untuk autopsi karena ingin memastikan dan tidak mau menuduh sembarangan," tegasnya.
Kakek angkat korban, Isep, membenarkan adanya pengakuan tersebut dan bahkan sempat merekam percakapan dengan korban di IGD.
Baca Juga:
PLN untuk Rakyat Hadirkan Cahaya Baru bagi Keluarga Buruh Tani di Sukabumi
"Dia menjelaskan bahwa itu sama mama, ya sama mamanya," ujar Isep.
NS sempat dirawat beberapa jam di IGD sebelum dipindahkan ke ruang ICU, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) pukul 16.00 WIB.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban kemudian menjalani autopsi selama kurang lebih tiga jam di RS Bhayangkara.