Broken home
Baca Juga:
DLH Gresik Catat Penurunan Jumlah Sampah yang Dikelola di TPA Ngipik 2024
Selain itu, dari penyelidikan dan juga pemanggilan orang tua, dua anak pencuri motor berasal dari keluarga broken home. Orang tua mereka, kata Abid, telah bercerai.
"Pola asuh yang keras dan tidak ada peran ibu di keluarga (ayah dan ibu telah bercerai). Jadi tidak benar jika ada berita diperintah ayahnya untuk mencuri," tegas Abid.
Ketiga bocah ini mengaku melakukan pencurian atas inisiatif sendiri, tanpa ada yang menyuruh.
Baca Juga:
BPN Jawa Timur Luncurkan Layanan Peralihan Elektronik di Kantor Pertanahan Gresik
"Tidak ada yang menyuruh, mereka ini dengan polos menjual motor hasil curiannya sebesar Rp150 ribu untuk main Timezone dan jalan-jalan ke Surabaya," kata Abid.
Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini, termasuk mencari tahu apakah ada pihak lain yang memanfaatkan ketiga bocah ini untuk mencuri motor.
"Masih kami dalami lebih lanjut ya soal itu (penadah motor). Nanti bisa di-update di PPA Reskrim, dilimpahkan ke sana. Semua masih didalami, termasuk ada atau tidak pihak-pihak yang menyuruh ketiga anak ini," pungkas Abid.