"Salah satunya ya TV yang paling mahal," katanya.
Untuk kejadian kedua, Kamis (24/12/2020), sekitar pukul 01.00 WIB, Fikri mengatakan, jumlah kerugian lebih banyak.
Baca Juga:
Gandeng Kodim 021/TU dan Polres Taput, Rutan Taturung Razia Kamar WBP
"Paling mahal untuk kejadian kedua sama, TV juga. Sisanya
ada HP, pakaian dan lainnya," ujarnya.
"Kalau peristiwa pertama di total kerugian kita sekitar Rp
25 juta. Untuk kejadian kedua, kami belum bisa mendetail,
tapi diperkirakan sekitar Rp 100 jutaan karena barang yang hilang banyak,"
ungkapnya.
Baca Juga:
Kasus Korupsi Pengadaan Software, Kadis Kominfo Sumut Jadi Tersangka
Bukan Cuma Kerugian Materi
Kerugian yang dirasakan pihak ekspedisi sebenarnya bukan hanya
soal materi, tapi kerugian berbentuk pertanggungjawaban kepada para pelanggan.
Di mana pihak ekspedisi harus mengganti secara keseluruhan
barang yang hilang dicuri oleh bajing loncat tersebut.