"Mereka biasanya gunakan zat kimia untuk menghancurkan
palang dan besi. Sehingga
palang pembatas jadi tidak ada fungsinya," ungkap Fikri.
Dijelaskan Fikri, efek zat kimia besi-besi seperti gembok dan
palang pembatas yang digunakan hancur.
Baca Juga:
Perkuat Pengamanan Idul Fitri 1446 H, Brimob Sumut Siaga di Tiga Wilayah Ini
Karena mereka juga tidak mungkin menggunakan gerinda untuk
membongkar besi.
Fikri menambahkan bahwa tempat kejadian sebenarnya di daerah
situ-situ saja. Seperti jalur ke Bandara Kualanamu, Underpass Jalan
AH Nasution, Jalan Megawati serta kawasan Brayan.
"Harapan kami pemerintah dan pihak yang berwajib serius
menangani kasus ini. Kalau
tempatnya disitu-situ saja kan penjagaan bisa diperketat seperti mendirikan pos
pengamanan polisi yang berjaga 24 jam," harapnya.
Baca Juga:
Warga Pinggiran Danau Toba Diguyur Hujan Es, Ini Penjelasan BMKG
Terkait membuat laporan, Fikri mengaku setiap ada kejadian
pihaknya sudah membuat laporan.
"Tapi tidak pernah ada penyelesaian," jelasnya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.