WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pengakuan kelam terkuak setelah penyelidikan mengungkap bahwa tersangka pembunuhan siswa SMP di Bandung sempat mencurahkan isi pikirannya di media sosial sebelum aksi sadis itu dilakukan.
Tersangka berinisial YA (16) menulis unggahan bernada gelap yang menyinggung kematian seseorang dan menyebut kabar duka itu sebagai hal yang ia nantikan.
Baca Juga:
Terjerat Judi Online, Pria di Boyolali Bunuh Anak Tetangga Demi Bayar Utang
Dalam unggahan tersebut, YA menggunakan tagar #sahabat yang kini menjadi sorotan karena dikaitkan langsung dengan peristiwa pembunuhan.
YA bersama AP (17) resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kematian siswa SMP berinisial ZAAQ (14) yang akrab disapa Zain.
Dalam konstruksi perkara, YA berperan sebagai otak sekaligus pelaku utama pembunuhan, sementara AP bertugas mengamankan situasi di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga:
Dua Tahap Pembunuhan, Polisi Bongkar Cara AS Habisi Ibu dan Saudaranya di Warakas Jakut
“AP tahu tujuannya ingin menghabisi korban,” kata Kapolres Cimahi Niko N Adi Putra.
Kedua tersangka berangkat dari Garut menuju Bandung menggunakan sepeda motor pada Senin (9/2/2025) dengan YA telah membawa senjata tajam berupa sangkur yang disimpan di bawah jok.
Setibanya di Bandung, mereka bertemu dengan Zain di sekitar sekolah korban sebelum YA mengajak korban mengobrol di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah.
Karena situasi di luar lokasi ramai, korban kemudian diajak masuk lebih dalam ke area eks Kampung Gajah sementara AP menunggu di luar.
“Setibanya di lokasi, YA mengajak korban masuk ke dalam, pelaku AP sengaja tunggu di depan, nunggu motor dan lihat lokasi sekitar,” jelas Niko.
Sebelum masuk ke lokasi, YA sempat mengambil sangkur dari jok motor dan menyimpannya di dalam jaket yang dikenakan.
Di lokasi kejadian, percakapan antara pelaku dan korban berubah menjadi cekcok yang berujung kekerasan.
“Setelah dipukul botol, korban masih sadar, pelaku menusuk perut korban,” kata Niko lagi.
Usai menikam korban, YA mengambil ponsel dan jaket milik Zain lalu meninggalkannya dalam kondisi masih hidup sebelum kembali menemui AP.
Kepada rekannya, YA mengaku telah selesai membunuh korban sebelum keduanya kembali ke Garut.
Jenazah Zain baru ditemukan lima hari kemudian oleh kreator konten yang sedang membuat video di lokasi pada Jumat (13/2/2025).
Mayat korban ditemukan tergeletak di area eks Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Sebelum ditemukan tewas, Zain dilaporkan hilang misterius sejak Senin (9/2/2025) dan pihak SMPN 26 Bandung sempat memviralkan kabar kehilangan tersebut.
Jejak digital pelaku kembali menjadi sorotan setelah terungkap bahwa YA pernah mengunggah konten bernada kekerasan di akun TikTok miliknya jauh sebelum kejadian.
Unggahan bertanggal 9 Maret 2025 itu menampilkan grafiti di sebuah ruangan dengan tulisan reflektif bernuansa agresif.
“aku tidak segila itu,aku pernah di habisi pernah juga menghabisi, jangan selalu mau di tindas karena kita juga punya jam lepas landas,” tulis YA dalam unggahan tersebut.
Dalam keterangan tambahan, YA juga menyinggung kematian secara eksplisit seolah menunggu kabar duka seseorang.
“umur hanyalah angka kematian dia adalah kabar baik buat ku,” tulisnya.
Polisi mengungkap bahwa korban dan pelaku saling mengenal sejak tiga tahun lalu dan YA diketahui masih berstatus sebagai pelajar.
Sementara AP diketahui bekerja sebagai tukang dekorasi dan turut terlibat aktif dalam rangkaian peristiwa tersebut.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]