Gidion menyampaikan selain penegakan hukum, kini polisi juga mendorong peran aktif masyarakat untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Sebelumnya, polisi kembali menggerebek lapak narkoba di Kampung Bahari pada Sabtu (13/7) pagi.
Baca Juga:
Pria di Batam Tewas Ditusuk Pacar Gegara Diduga Pakai Uang Buat Judi Slot
Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan sejumlah bedeng yang diduga menjadi 'apotek'. Area bedeng-bedeng itu disebut sebagai area 'Texas' yang diduga digunakan untuk tempat transaksi dan konsumsi narkoba.
Di dalam apotek bedeng itu turut tertempel kertas yang berisi tulisan. Di antaranya tulisan 'DILARANG MAIN HP' hingga 'SEWA ALAT RP 5.000 OKE".
Menurut pengakuan salah seorang pelaku berinisial W (46), alat yang disewakan di apotek bedeng itu adalah alat isap sabu alias bong.
Baca Juga:
Pemkot Bengkulu Siagakan Panggilan Darurat 112 24 Jam Selama Libur Idul Fitri
Tak hanya itu, polisi juga mendapati fakta bahwa para bandar narkoba di Kampung Bahari memanfaatkan kamera CCTV dan drone untuk memantau. CCTV dan drone itu digunakan para bandar narkoba untuk memantau pergerakan polisi saat menjalankan bisnisnya di kampung tersebut.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.