WahanaNews.co | Polisi masih memburu 2 orang yng diduga terlibat kasus pengeroyokan pegiat media sosial sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.
Satu dari dua orang itu teridentifikasi melalui face recognition bernama Ade Purnama.
Baca Juga:
Belanja Pakai Uang Palsu, Wanita di Kawasan Kemang Jaksel Diciduk Polisi
"Iya masih dalam pengejaran. Masih dikejar itu dua orang lagi, Ade Purnama sama yang pakai topi itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/4).
Zulpan menyebut untuk identitas pria bertopi tertangkap kamera menganiaya Ade Armando masih diselidiki. Pelbagai upaya dilakukan menyelidiki identitas pria tersebut seperti memanfaatkan teknologi face recognition maupun analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Ini penyidik masih di lapangan masih dikejar lah. Tim terus bergerak," ujar dia.
Baca Juga:
Kasus Polisi Dikeroyok di Sultra: 2 TNI Masih Diperiksa, 6 Warga Sipil Jadi Tersangka
Menurut Zulpan, pria bertopi itu awalnya diumumkan memiliki nama Abdul Manaf. Namun setelah diselidiki ternyata identitas pria bertopi itu bukan Abdul Manaf.
"Bukan, namanya bukan Abdul Manaf. Kemarin kan dia dengan menggunakan topi teridentifikasi sebagai Abdul Manaf tapi setelah didatangi orang Abdul Manaf itu bukan Abdul Manaf," kata Zulfan.
Polisi sebelumnya menetapkan tujuh tersangka kasus pengeroyokan Ade Armando. Polisi mengelompokan para tersangka sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan.
Adapun enam orang tersangka yakni M Bagja, Komar, Dhia Ul Haq, Abdul Latip, Marcos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah terseret kasus penganiayaan terhadap Ade Armando. Sementara satu orang tersangka lain atas nama Arif Ferdini W diduga melakukan penghasutan terhadap massa aksi sebelum melakukan pengeroyokan terhadap Ade Armando.
"Soal Ade Armando hingga saat ini yang sudah ditangkap dan juga diperiksa dan ditetapkan menjadi tersangka itu yang terkait pemukulan itu ada 6 orang dan satu yang provokasi," ujar dia. [rsy]