"Sekitar pukul 12.00 WIB, pelaku datang dengan membawa perlengkapan ritual untuk dua kegiatan tersebut," lanjut Twedi.
Saat kejadian, Eka sedang bersiap di kamar mandi dengan mengenakan sarung, sedangkan Enci bersiap di ruangan lain untuk ritual penggandaan uang.
Baca Juga:
Nenek 87 Tahun di Muara Enim Tewas Dibunuh, Pelakunya Anak dan Cucu Sendiri
Namun, karena proses penggandaan uang berjalan terlalu lama dan tidak membuahkan hasil, Enci mulai marah serta mencaci maki Jamet.
"Pelaku merasa tersinggung dan emosi, sehingga akhirnya melakukan pembunuhan terhadap korban," ungkap Twedi.
Pembunuhan dan Upaya Pengelabuan
Baca Juga:
Menantu Jadi Dalang Pembunuhan Lansia di Pekanbaru, Empat Pelaku Ditangkap
Setelah membunuh Enci dan Eka, Jamet menyembunyikan jasad keduanya di dalam penampungan air. Ia kemudian membersihkan bercak darah di lantai dan mematikan sebagian lampu rumah untuk memberi kesan bahwa terjadi gangguan listrik.
"Pelaku mematikan sebagian lampu rumah supaya terlihat seperti ada masalah kelistrikan," jelas Twedi.
Jamet juga mencoba mengelabui Ronny dengan menggunakan ponsel Enci untuk mengirim pesan WhatsApp. Dalam pesan itu, ia berpura-pura menjadi Enci dan memberi tahu Ronny bahwa sedang ada tukang listrik di rumah karena mengalami gangguan listrik.