“Dia sering melampiaskan kemarahannya, melempar barang jika ada kesalahan,” ujar Arif.
Pada saat kejadian, keluarga dan asisten rumah tangga yang berada di rumah hanya mendengar suara benturan keras. Mereka baru menyadari bahwa korban telah tewas di pos satpam.
Baca Juga:
PLN Nyalakan Harapan di Mekarsari, Dua Keluarga Kini Nikmati Listrik Mandiri
Sebelum pembunuhan terjadi, pelaku sempat meminta dua asisten rumah tangga untuk pulang ke kampung halaman mereka.
Ketika diamankan polisi, Abraham terlihat tenang. Ia turun dari mobil polisi tanpa borgol, mengenakan kaos abu-abu dan celana pendek, sambil membawa gorengan dalam plastik.
“Terduga pelaku ini memang tidak melarikan diri. Dia diantar oleh ibunya langsung ke kantor polisi untuk menyerahkan diri,” jelas Kombes Pol Eko.
Baca Juga:
PLN Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Bantuan Sembako untuk Warga Desa Cipenjo
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan lima orang, termasuk pelaku, untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Korban telah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi guna mendalami penyebab pasti kematian.
Kasus ini menjadi sorotan masyarakat, tidak hanya karena pelaku adalah anak pengusaha kaya, tetapi juga karena perilaku pelaku yang tampak santai meski telah melakukan tindakan keji.
Polisi masih mendalami motif pembunuhan dan memastikan langkah hukum selanjutnya.