“Pada akhirnya, ini hanya akal bulus semata karena proses hukum tetap berjalan, sementara klien kami mengalami kerugian materiil,” ujar Romi.
Nama Kapolres Metro Jakarta Selatan Disebut
Baca Juga:
Ribuan Pengunjung Padati Pesta Mejuah-Juah Berastagidan Saksikan Festival Bunga Buah
Romi mengklaim bahwa suap tersebut mengalir ke beberapa perwira di Polres Metro Jakarta Selatan, termasuk Kapolres Kombes Ade Rahmat Idnal.
“Uang dan barang tersebut diduga diberikan kepada Kanit Z, Kanit M, Kasat G, Kasat B, dan pimpinan Polres,” ungkapnya.
Bahkan, menurut Romi, Kapolres Metro Jakarta Selatan turut menerima uang sebesar Rp400 juta berdasarkan pengakuan Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan berinisial Z.
Baca Juga:
PLN Siap Serap Listrik PSEL Legok Nangka, Proyek Waste to Energy Berkapasitas 40,79 MW Mulai Dibangun
“Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa uang itu disalurkan hingga ke pimpinan Polres,” jelasnya.
Selain dugaan suap untuk penghentian kasus, Romi juga mengungkap bahwa ada tarif tertentu yang diminta untuk mengajukan penangguhan penahanan.
“Untuk penangguhan penahanan, biayanya berkisar antara Rp300 juta hingga Rp1 miliar,” ungkapnya.