WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seorang pria meregang nyawa di tangan darah dagingnya sendiri setelah cekcok soal uang berujung tikaman badik di tengah permukiman padat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memicu duka sekaligus ironi tragedi keluarga yang tak terelakkan.
Pertengkaran kecil soal utang berubah menjadi tragedi berdarah ketika UP (35) tewas usai dianiaya adik kandungnya sendiri, AM (28), menggunakan senjata tajam jenis badik di Jalan Opu Dg Risadju, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga:
Wali Kota Jakbar Tekankan Pentingnya Sekolah Aman dan Perlindungan Anak di Jakarta Barat
Korban mengalami luka tusuk hampir di seluruh tubuh, termasuk bagian pinggang, lengan kiri, dan lengan kanan, lalu dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit, jelas Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin.
Sebelum peristiwa penganiayaan, saksi di sekitar lokasi sempat mendengar cekcok mulut antara korban dan pelaku yang berlangsung cukup panas.
Tak lama setelah cekcok tersebut, korban ditemukan tergeletak bersimbah darah akibat sejumlah tusukan senjata tajam jenis badik.
Baca Juga:
Gelombang Protes Iran Mematikan, Aktivis Catat 2.571 Korban Jiwa
Penganiayaan bermula saat pelaku mendatangi korban untuk menagih utang sebesar Rp 1 juta, ungkap keterangan pelaku kepada polisi.
“Awalnya dia mendatangi korban karena hendak menagih utang, tapi kemungkinan tersinggung, sehingga langsung melakukan penganiayaan,” terang Wahiduddin.
Pelaku yang masih memiliki hubungan saudara kandung dengan korban kemudian langsung menyerahkan diri ke Polsek Mamajang sesaat setelah kejadian.
“Pelaku adik korban sendiri, setelah menganiaya korban langsung menyerahkan diri ke Polsek Mamajang,” tambah Wahiduddin.
Saat ini AM menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polrestabes Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sementara polisi masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang memicu tragedi keluarga tersebut.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]