WAHANANEWS.CO, Jakarta - Niat menegur berujung petaka, seorang prajurit TNI AD yang bertugas di Kementerian Pertahanan menjadi korban pengeroyokan brutal di Depok setelah mencoba melerai seorang ibu yang memarahi anaknya pada Jumat (24/4/2026).
Kementerian Pertahanan membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan bahwa korban merupakan personel aktif yang berdinas di lingkungan Puskom Bela Negara Kemhan.
Baca Juga:
Kades di Lumajang Dibacok Massal, 10 Pelaku Sudah Ditangkap Polisi
“Benar terdapat salah satu personel TNI AD yang berdinas di Puskom Bela Negara Kemhan menjadi korban tindak pengeroyokan di wilayah Depok pada 24 April 2026,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Senin (27/4/2026).
Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dideritanya.
Kini, kondisi korban dilaporkan telah stabil, membaik, dan sudah diperbolehkan pulang dari perawatan.
Baca Juga:
Laporan Pengeroyokan Diduga Jalan di Tempat, Korban Sebut Penyidik Polrestabes Medan Tidak Profesional
Proses hukum atas kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada Polres Metro Depok, dengan dukungan penuh dari Kemhan agar penegakan hukum berjalan profesional, objektif, dan transparan.
“Kementerian Pertahanan juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak berspekulasi, serta tetap menjaga ketertiban dan kondusifitas di ruang publik,” tegas dia.
Peristiwa tragis ini menimpa seorang pegawai Kemhan sekaligus anggota TNI AD berinisial EY (47) di Terminal Depok Baru, Jawa Barat, pada Jumat (24/4/2026) malam.