Insiden bermula ketika korban menegur seorang ibu yang memarahi anaknya, dengan maksud mencegah tindakan kekerasan terhadap anak.
Namun, teguran tersebut justru memicu reaksi emosional dari ibu tersebut yang tidak terima diperingatkan.
Baca Juga:
KPAI Sesalkan Lambatnya Penanganan Polisi Kasus Pengeroyokan Anak Tewas di Bantul
"biarin saja, anak saya ini", ucap perempuan tersebut saat ditegur korban.
Situasi semakin memanas ketika perempuan itu mengadu kepada suaminya yang berinisial Y dan memicu keributan di lokasi.
"Lalu, ibu tersebut memprovokasi para sopir angkot dengan berteriak bahwa suami ibu tersebut (pelaku) telah dipukuli oleh korban," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi pada wartawan, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga:
Tegur Ibu Kasar ke Anak, Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru
Akibat provokasi tersebut, suami pelaku bersama sejumlah sopir angkot yang tersulut emosi kemudian melakukan pengeroyokan terhadap korban secara bersama-sama.
Korban dipukuli hingga mengalami luka serius dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Brimob untuk menjalani pemeriksaan medis.
Beberapa waktu setelah kejadian, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.