WAHANANEWS.CO, Jakarta - Hanya karena tersinggung oleh ucapan yang dianggap tidak menyenangkan, seorang pemuda di Pematangsiantar tega mendorong penjaga warung hingga tewas sebelum akhirnya membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.
Korban diketahui bernama Rismaida Siahaan (53), seorang wanita yang sehari-hari menjaga warung di Jalan Sidamanik, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Baca Juga:
Konsolidasi Asuransi BUMN Dipercepat, MARTABAT Prabowo-Gibran: Langkah Strategis Perkuat Industri Nasional
Peristiwa tragis itu terungkap setelah keluarga korban menerima kabar bahwa Rismaida ditemukan meninggal dunia di dalam warung miliknya pada Rabu (3/6/2026).
Saat mendatangi lokasi, keluarga mendapati korban sudah tergeletak tak bernyawa di lantai warung.
Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial RS (19) yang belakangan diketahui menjadi pelaku dalam kasus tersebut.
Baca Juga:
Viral Ibu Hamil Ditendang Preman Bersenjata di Medan, Pengakuan Korban Bikin Merinding
Menurut hasil pemeriksaan sementara, kejadian bermula ketika pelaku datang ke warung korban untuk membeli rokok.
Di lokasi itulah terjadi percakapan yang diduga memicu emosi pelaku.
"Ada perkataan yang kurang pas, jadi pelaku ini nggak terima. Namun, itu, masih pengakuan pelaku, masih kami dalami," kata Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar, Jumat (5/6/2026).
Polisi masih mendalami isi percakapan yang disebut membuat pelaku tersinggung hingga kehilangan kendali.
Dari keterangan yang diperoleh penyidik, pelaku mengaku tidak terima dengan ucapan korban saat transaksi pembelian rokok berlangsung.
Situasi yang semula biasa kemudian berubah menjadi aksi kekerasan.
"Pelaku awalnya datang ke warung korban untuk beli rokok dan korban ada cakap yang kurang pas, sehingga pelaku tidak terima dan mendorong korban sampai jatuh. Lalu, kepala korban terbentur ke lantai," sebutnya.
Benturan keras di bagian kepala membuat korban terkapar di lokasi kejadian.
Alih-alih memberikan pertolongan, pelaku justru meninggalkan korban dan pulang ke rumahnya.
Sekitar satu jam kemudian, rasa gelisah membuat pelaku kembali mendatangi warung tersebut untuk memastikan kondisi korban.
Saat tiba di lokasi, korban ternyata sudah meninggal dunia.
Kepanikan pun menyelimuti pelaku setelah mengetahui wanita yang didorongnya tidak lagi bernyawa.
Dalam kondisi tersebut, pelaku justru mengambil sejumlah barang berharga milik korban sebelum melarikan diri.
Barang-barang yang dibawa kabur antara lain uang tunai, perhiasan emas, telepon genggam, hingga sepeda motor milik korban.
Setelah mengambil barang-barang tersebut, pelaku kemudian bersembunyi di sebuah hotel yang berada di wilayah Kota Pematangsiantar.
Polisi yang menerima laporan kejadian langsung melakukan penyelidikan dan memburu keberadaan pelaku.
Dalam waktu singkat, petugas berhasil mengamankan RS beserta sejumlah barang milik korban.
"(Pelaku) mengambil barang berharga korban. Setelah itu pelaku meninggalkan korban," ujarnya.
Selain menangkap pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa satu cincin emas, dua anting emas, satu kalung emas, satu unit telepon genggam, sepeda motor, serta uang tunai sebesar Rp2.286.000.
Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.
Polisi juga masih mendalami motif sebenarnya di balik aksi pelaku, termasuk menelusuri apakah pengambilan barang-barang korban telah direncanakan sebelumnya atau dilakukan secara spontan setelah korban meninggal dunia.
Kasus ini pun menjadi perhatian warga setempat karena dipicu oleh persoalan yang terbilang sepele namun berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]