WAHANANEWS.CO, Jakarta - Misteri kematian Nurlis (70), seorang nenek yang ditemukan bersimbah darah di dapur rumahnya di Deli Serdang, Sumatera Utara, akhirnya menemui titik terang setelah polisi menangkap terduga pelaku yang ternyata merupakan anggota Polresta Deli Serdang sekaligus tetangga korban.
Anggota polisi tersebut berinisial RF (23) dengan pangkat Bripda yang bertugas di satuan Sabhara Polresta Deli Serdang.
Baca Juga:
BNPB Pastikan Penanganan Cepat Korban Banjir dan Puting Beliung di Deli Serdang
Nurlis sebelumnya ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dusun IV, Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, pada Jumat (31/7/2026).
Polisi kemudian menangkap Bripda RF setelah penyidik mengantongi sejumlah bukti yang mengarah kepada keterlibatannya dalam kematian korban pada Senin (3/8/2026).
Bripda RF selanjutnya menjalani pemeriksaan di Unit 1 Satreskrim Polresta Deli Serdang untuk mengungkap lebih jauh perkara tersebut.
Baca Juga:
Banding Kandas, Serma Tengku Tetap Dipenjara Seumur Hidup Usai Bunuh Istri
Berdasarkan informasi yang dihimpun, RF merupakan lulusan pendidikan Bintara Polri angkatan 2021.
RF bahkan disebut direncanakan diusulkan untuk memperoleh kenaikan pangkat menjadi Briptu pada Januari 2027.
Rumah RF diketahui hanya berjarak beberapa meter dari kediaman Nurlis sehingga keduanya merupakan tetangga.
RF juga disebut merupakan anak dari seorang pensiunan anggota kepolisian.
Ayah RF menurut keterangan warga pernah menjabat sebagai Kapolsek Pakkat di wilayah Humbang Hasundutan.
Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Isral membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap RF terkait perkara kematian Nurlis.
"Iya benar sudah ditangkap," kata Isral.
Ia juga membenarkan bahwa RF merupakan personel kepolisian.
"Benar personil (anggota polisi)," ujarnya.
Namun, Isral belum bersedia menjelaskan secara terperinci mengenai hasil pemeriksaan maupun dugaan motif dalam perkara tersebut.
"Selebihnya sama humas ya," kata Isral.
Motif Masih Didalami
Polisi masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan terhadap Nurlis, termasuk rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Kepala Dusun IV Desa Punden Rejo Hariadi mengaku telah mendapatkan informasi mengenai penangkapan RF.
Hariadi mengatakan kabar mengenai penangkapan tersebut pertama kali diterimanya dari Bhabinkamtibmas setempat.
Menurut informasi yang diterimanya, RF diamankan ketika masih berada di kantornya.
Hariadi menjelaskan RF masih berstatus lajang dan keluarganya telah cukup lama tinggal di Desa Punden Rejo.
"RF ini masih lajang, bapaknya orang Lubuk Pakam aslinya tapi tinggal di Punden Rejo sudah lama termasuk korban juga sudah puluhan tahun tinggal di sini," kata Hariadi.
Warga juga disebut sempat mencermati aktivitas RF pada malam ketika peristiwa yang menewaskan Nurlis diduga terjadi.
"Malam itu (malam kejadian) kata yang lihat CCTV dia (RF) mondar-mandir," ujar Hariadi.
CCTV Jadi Petunjuk Polisi
Rekaman kamera pengawas atau CCTV disebut menjadi salah satu petunjuk yang membantu polisi mengungkap perkara kematian Nurlis.
Polisi diketahui menemukan kejanggalan ketika memeriksa sistem CCTV di rumah RF yang berdekatan dengan kediaman korban.
Salah satu kamera CCTV yang posisinya mengarah ke rumah Nurlis diketahui berada dalam kondisi rusak, sementara kamera lainnya disebut masih aktif.
Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang didalami penyidik ketika memeriksa RF.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, RF awalnya sempat memberikan keterangan yang membantah keterlibatannya.
Namun, RF disebut akhirnya mengakui perbuatannya setelah penyidik melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hubungan bertetangga antara keluarga RF dan korban juga diketahui cukup dekat dalam kehidupan sehari-hari.
Orangtua RF selama ini disebut menitipkan atau menempatkan mobil pribadinya di garasi rumah Nurlis.
Korban Ditemukan Bersimbah Darah
Nurlis ditemukan meninggal dunia di area dapur rumahnya dengan kondisi tubuh bersimbah darah pada Jumat (31/7/2026).
Korban diketahui mengalami luka pada bagian bawah leher yang diduga disebabkan oleh benda tajam.
Selain dugaan pembunuhan, polisi juga menyelidiki dugaan perampokan setelah mengetahui terdapat barang milik korban yang hilang.
"Iya ada juga barangnya yang hilang," ujar Isral.
Pada tahap awal penyelidikan, polisi belum mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.
"Pelaku masih dalam lidik," kata Isral saat memberikan keterangan sebelum RF ditangkap.
Isral ketika itu juga belum dapat merinci jenis maupun jumlah harta benda milik Nurlis yang diduga hilang dari rumah.
Korban Tinggal Seorang Diri
Nurlis diketahui telah lama tinggal seorang diri di rumahnya di Desa Punden Rejo.
Hariadi mengatakan warga awalnya merasa curiga karena Nurlis tidak terlihat keluar rumah sejak pagi pada Jumat (31/7/2026).
Warga kemudian memutuskan memeriksa rumah korban sekitar pukul 14.00 WIB setelah tidak melihat aktivitas Nurlis.
"Sekitar pukul 14.00 waktu itu kami masuk ke dalam rumah," kata Hariadi.
Hariadi bersama sejumlah tetangga mendapati pintu depan rumah korban dalam kondisi tidak terkunci.
"Saya sama tetangga lain masuk dan lihat pintu depan sudah tidak terkunci," ujarnya.
Saat diperiksa, pintu besi rumah diketahui dalam posisi tertutup tetapi tidak terkunci, sedangkan bagian pintu kayu memperlihatkan kondisi gembok yang telah rusak.
"Pintu besinya tertutup tapi nggak terkunci kemudian pintu kayu tercantol gembok yang sudah rusak," kata Hariadi.
Warga kemudian memasuki bagian dalam rumah dan menemukan Nurlis tergeletak di dapur dengan posisi telentang.
Di ruang tamu, warga juga melihat sejumlah pakaian dalam kondisi berserakan.
Hariadi menyebut Nurlis telah tinggal di desa tersebut selama kurang lebih 30 tahun.
Korban diketahui memiliki seorang anak yang tinggal di Medan dan disebut tidak terlalu sering datang ke rumah.
"Anaknya ada 1 tapi tinggalnya di Medan," ujar Hariadi.
Menurutnya, warga yang pertama kali masuk ke rumah langsung mengetahui kondisi korban sebelum lokasi kemudian diamankan polisi.
"Jarang juga datang ke rumah," katanya.
Hariadi mengatakan warga tidak lagi diperbolehkan memasuki lokasi setelah aparat kepolisian tiba untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara.
"Waktu polisi datang kami sudah nggak boleh masuk tapi saat pertama kali kami lihat korban sudah bersimbah darah," ujar Hariadi.
Warga juga menemukan darah di sekitar lokasi tempat tubuh Nurlis ditemukan.
"Di bawah kursi juga ada darah," katanya.
Terdengar Suara Tangisan Malam Hari
Hariadi mengungkapkan hujan turun di kawasan tersebut pada malam ketika dugaan pembunuhan terjadi.
Seorang warga disebut sempat mendengar suara seperti seseorang yang sedang menangis kesakitan dari sekitar lokasi.
Namun, suara tersebut tidak terdengar dengan jelas karena kondisi hujan pada malam itu.
Warga pun ketika itu belum mengetahui bahwa Nurlis diduga sedang mengalami peristiwa yang kemudian merenggut nyawanya.
Polisi kini masih memeriksa RF untuk mendalami motif, kronologi, serta dugaan perampokan yang menyertai kematian Nurlis.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]