Menurut dia, selama ini aliran air dari wilayah atas dengan curah hujan tinggi biasanya dapat mengalir dengan cepat menuju laut, terlebih aliran sungai juga telah difasilitasi dengan baik
“Tapi kali ini itu adalah bertepatan dengan ada tanggul yang jebol dan juga air pasang terjadi. Pasang terjadi juga sehingga air luncuran air dari atas itu tidak cepat bisa turun ke bawah,” jelasnya.
Baca Juga:
Dua Hari Kemang Terendam, Pramono: Tanggul Retak di Kemang Village Jadi Pemicu
Saat ini, jalur rel yang terdampak sudah dapat dilalui kembali, meski masih diberlakukan pembatasan kecepatan demi keselamatan perjalanan.
“Pada saat ini kami sudah melakukan operation recovery di jalur itu dan sampai saat ini memang sudah bisa dilewati, ya, walaupun dengan pembatasan kecepatan,” kata Bobby.
Ia menyatakan dirinya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga, serta badan-badan terkait untuk segera melakukan pemulihan tanggul yang menyebabkan genangan hingga merendam jalur rel.
Baca Juga:
Bakar KA di Jogja Remaja Difabel jadi Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara
Selain itu, ia juga mengungkapkan telah melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan dari kementerian terkait sejak pagi hari guna merencanakan perbaikan permanen dalam jangka panjang.
Ia menambahkan tindak lanjut segera dilakukan mulai Senin (19/1) agar upaya mitigasi serta perbaikan permanen dapat dilaksanakan, khususnya pada daerah-daerah dalam pengawasan khusus (dapsus) di wilayah Daop 4.
"Besok kami akan tindak lanjuti segera untuk supaya kita bisa memitigasi dan melakukan perbaikan permanen di dapsus-dapsus, daerah dalam pengawasan khusus, di Daop 4 ini," kata dia.