Nasional

BPPT Jadikan TPA Bantar Gebang Pilot Projects PLTSa Pengolahan Sampah Termal.

meha meha
BPPT Jadikan  TPA Bantar Gebang Pilot Projects PLTSa Pengolahan Sampah Termal.

Kota Bekasi Wahana News, Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bangun proyek percontohan PLTSa Merah Putih di lokasi TPST Bantar Gebang Kota Bekasi.


Acara peresmian dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset Teknologi Pendidikan tinggi RI Muhammad Natsir, Kepala BPPT Hammam Riza, Asisten Daerah Provinsi DKI Jakarta Yusdama Faisal, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani, Senin (25/3/2019)




Seperti diketahui pemanfaatan sampah menggunakan teknologi termal nantinya akan mengurangi timbunan sampah sekitar 100 ton per hari,yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 700 kilowatt per jam.


Kepala Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat menggunakan 65 persen tingkat komponen dalam negeri (TKDN).




Hamman menuturkan 35 persen mewakili penggunaan komponen dari luar negeri seperti bagian turbin dari India, dan komponen lain dari Cina.


Hammam menuturkan ke depan penggunaan komponen dalam negeri akan semakin meningkat seiring dengan pengembangan dan pembangunan PLTSa.

Dia mengatakan dengan proyek percontohan PLTSa Bantargebang yang ramah lingkungan maka pengelolaan sampah akan semakin baik ke depannya.

"Jadi konsep kita itu adalah waste to energy, dari sampah bisa hasilkan energi listrik. Sampah yang diolah dalam PLTSa ini adalah sampah dari sumber yang sudah tidak termanfaatkan lagi," tuturnya.


Seperti diketahui, teknologi termal adalah merupakan teknologi pengelolaan sampah yang mampu mereduksi volume sampah secara cepat dan mengubahnya menjadi energi.

"Pengolahan sampah menggunakan teknologi termal, karena mampu memusnahkan sampah dalam waktu yang cepat dan signifikan," kata Hammam.


Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatkan "Dengan teknologi termal, pemusnahan sampah akan lebih cepat dan secara signifikan dapat mengurangi penumpukan sampah dan menjadi sebuah solusi seperti keinginan dari Presiden Jokowi," Ungkapnya.


Wali Kota Bekasi, Dr.Rahmat Effendi kepada wartawan mengungkapkan bahwa program ini telah menerapkan sistem percepatan pembuangan sampah melalui gas, dari Pemerintah DKI sendiri telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi melalui beberapa kontrak kerja di wilayah TPA Bantar gebang.


"Pemerintah Kota Bekasi dari dulu menyediakan lahan untuk pembuangan sampah Provinsi DKI Jakarta yang tiap harinya semakin menumpuk, diharapkan melalui proses teknologi termal ini bisa mengatasi masalah penimbunan sampah di TPA ini," Pungkasnya. (MEHA)



Penulis: MEHA

Editor: SEVEN BOYS MEHA