WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di berbagai daerah.
Organisasi ini menilai langkah strategis yang menugaskan PT PLN (Persero) sebagai offtaker serta Danantara sebagai orkestrator proyek waste-to-energy merupakan fondasi penting untuk mencapai target Presiden Prabowo Subianto, yakni terbangunnya 33 PLTSa hingga 2029 di seluruh provinsi.
Baca Juga:
Selain Sumber Energi Listrik, ALPERKLINAS Dorong Masyarakat Dukung Pembangunan PLTSa Atasi Masalah Lingkungan dan Emisi
MARTABAT memandang kebijakan ini tak hanya menjawab persoalan energi, tetapi juga menjadi solusi struktural atas krisis sampah perkotaan yang selama ini membebani lingkungan, kesehatan publik, dan daya saing pariwisata.
Sinergi antarlembaga negara dinilai menunjukkan arah baru pembangunan yang lebih terintegrasi antara agenda energi, lingkungan, dan ekonomi kota.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo–Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa target 33 PLTSa yang dicanangkan Presiden Prabowo adalah visi besar yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga:
Darurat Penangan Sampah di Tangsel yang Berkepanjangan, KPK Angkat Suara Soal
Menurutnya, kehadiran PLN sebagai offtaker memberikan kepastian pasar yang selama ini menjadi tantangan utama proyek waste-to-energy di Indonesia.
“Penugasan PLN sebagai offtaker adalah sinyal kuat negara hadir menjamin keberlanjutan proyek. Ini membuat PLTSa bukan sekadar wacana lingkungan, tetapi masuk dalam ekosistem energi nasional yang bankable dan berkelanjutan,” ujar Tohom, Kamis (1/1/2026).
Ia menilai peran Danantara sebagai orkestrator investasi juga krusial untuk memastikan proyek PLTSa tidak berjalan parsial.