WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia beserta langkah penanganannya oleh pemerintah daerah.
Rekapitulasi ini mencakup periode Sabtu (7/2/2026) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (8/2/2026) pukul 07.00 WIB.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Rentetan Bencana Hidrometeorologi Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang
Dalam kurun waktu tersebut, mayoritas bencana yang melanda wilayah Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, seiring tingginya curah hujan di sejumlah daerah.
Laporan diawali dengan peristiwa angin kencang yang melanda Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026) sore waktu setempat.
Tim BPBD Kabupaten Karanganyar melakukan pendataan rumah warga terdampak angin kencang di wilayah Kabupaten Karanganyar, pada Jumat (6/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Karanganyar]
Baca Juga:
Pergerakan Tanah di Tegal, 1.686 Warga dan Santri Mengungsi ke Lokasi Aman
Dampak dari kejadian ini menyebabkan 18 kepala keluarga terdampak dan 18 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar bersama unsur terkait telah melakukan langkah penanganan, termasuk perbaikan darurat pada rumah rusak.
Saat ini, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan telah kembali kondusif.
Tim BPBD Kabupaten Karanganyar melakukan pendataan rumah warga terdampak angin kencang di wilayah Kabupaten Karanganyar, pada Jumat (6/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Karanganyar]
Selanjutnya, bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (7/2/2026) sore hari.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama peristiwa tersebut hingga menyebabkan material longsor menimpa rumah warga.
Lokasi kejadian berada di Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono.
Kondisi tanah longsor yang menimpa rumah warga di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Sabtu (7/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Wonosobo]
Akibat kejadian ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka ringan setelah tertimbun material longsoran.
Kondisi tanah longsor yang menimpa rumah warga di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Sabtu (7/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Wonosobo]
Pada hari yang sama, angin kencang juga melanda wilayah Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur.
Kejadian tersebut mengakibatkan delapan unit rumah warga di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, mengalami kerusakan ringan.
Bencana ini berdampak pada 45 warga. BPBD Kabupaten Situbondo telah melakukan kaji cepat serta penanganan awal guna memastikan keselamatan warga dan kebutuhan mendesak di lokasi terdampak.
Sementara itu, di wilayah timur Indonesia, banjir bandang melanda Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (7/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Sumbawa]
Bencana tersebut menerjang sepuluh desa yang berada di Kecamatan Empang setelah hujan deras dengan durasi cukup lama mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (7/2/2026).
Hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 4.572 warga terdampak dan 1.143 unit rumah terendam banjir.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Sumbawa masih melakukan kaji cepat, pemantauan kondisi lapangan, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lanjutan.
Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (7/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Sumbawa]
Seiring masih berlangsungnya musim penghujan, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh tingginya curah hujan.
Sebagai langkah untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana, masyarakat diharapkan rutin memeriksa kondisi lingkungan sekitar, khususnya tebing dan lereng yang berada dekat dengan permukiman.
Apabila ditemukan retakan tanah atau tanda-tanda potensi longsor, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat setempat.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]