Dua desa di Kecamatan Pakis menjadi wilayah terdampak, yaitu Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan.
Sebanyak 61 kepala keluarga beserta rumah mereka terdampak genangan air. Meski air telah surut, warga masih melakukan pembersihan rumah dan lingkungan sekitar dari sisa lumpur serta material yang terbawa arus banjir.
Baca Juga:
Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa Lampung hingga Jawa Tengah
Berdasarkan hasil analisis aplikasi inaRISK, Kabupaten Tapin memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem pada tingkat sedang hingga tinggi, dengan 12 kecamatan masuk dalam kategori tersebut.
Kondisi banjir yang merendam jalan dan rumah warga di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (28/2/2026). [Sumber foto: BPBD Provinsi Jawa Timur]
Adapun Kabupaten Malang tercatat memiliki 31 kecamatan dengan potensi bahaya banjir tingkat sedang hingga tinggi. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kesiapsiagaan di wilayah-wilayah rawan.
Baca Juga:
Cegah Dampak Banjir, Sistem EWS Dipasang dari Hulu hingga Hilir Sungai Bekasi
Prakiraan cuaca hingga Senin (3/3/2026) menunjukkan wilayah Kalimantan Selatan dan Jawa Timur masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Situasi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi apabila tidak diantisipasi secara optimal.
Menindaklanjuti potensi bahaya tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada serta meningkatkan kesiapsiagaan.