Selain itu, pemeriksaan kesehatan dan kesiapan fisik pengemudi dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama periode padat perjalanan.
Konsolidasi program mudik gratis antarinstansi pun harus dilakukan sejak dini agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan penumpukan penumpang.
Baca Juga:
Nekat Langgar Aturan Lebaran, 124 Perusahaan Truk Disanksi
Tak hanya itu, Menhub juga mendorong peningkatan aksesibilitas dan kualitas layanan angkutan feeder menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
Keberadaan layanan pengumpan tersebut dinilai krusial dalam mendukung kelancaran distribusi penumpang, terutama bagi peserta program mudik gratis agar dapat menjangkau titik keberangkatan dengan mudah dan terintegrasi.
Dari sisi lalu lintas, pengawasan dan rekayasa arus kendaraan diminta dilakukan secara situasional sesuai kondisi lapangan.
Baca Juga:
35 Kapal Dikerahkan, Kemenhub Upayakan Kelancaran Arus di Gilimanuk
Langkah ini meliputi penempatan personel di titik rawan kemacetan, optimalisasi pemantauan melalui CCTV, kesiapan jalur alternatif, hingga pengaturan lalu lintas saat puncak arus mudik maupun arus balik.
Koordinasi dengan kepolisian dan pemangku kepentingan terkait juga menjadi bagian penting dalam pengendalian arus kendaraan.
“Penyediaan informasi mudik dan sosialisasi keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi, juga harus diperkuat,” kata Dudy.