WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat terjadi peningkatan volume penumpang dan kendaraan pada Hari H Lebaran 2025 di sejumlah lintasan utama.
Salah satunya volume pergerakan masyarakat yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.
Baca Juga:
ASDP: Arus Penyeberangan Bali-Jawa Naik 45 Persen, Puncak Mudik Diprediksi H-3
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, periode tahun ini terdapat lonjakan volume dibandingkan tahun sebelumnya.
Di lintasan Merak-Bakauheni, total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak dan BBJ Bojonegara pada Hari H mencapai 54.323 orang, naik 6,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, kendaraan roda dua tercatat 5.192 unit (naik 3,2%), kendaraan roda empat 8.861 unit (naik 7,6%), dan total seluruh kendaraan yang menyeberang mencapai 14.423 unit (naik 4,9%).
Baca Juga:
Jelang Nyepi dan Idulfitri, ASDP Sesuaikan Jadwal Penyeberangan Bali-NTB
Sebaliknya, pergerakan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni dan BBJ Muara Pilu mencatat total 24.478 penumpang, naik 0,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kendaraan roda dua yang menyeberang mencapai 1.390 unit (naik 14,7%), sementara total seluruh kendaraan yang menyeberang mencapai 5.632 unit (naik 0,3%).
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa ASDP mengoptimalkan layanan digital Ferizy untuk memastikan kelancaran operasional.
Selain itu, ASDP juga berkoordinasi aktif dengan KSOP selaku regulator yang berwenang dalam pengaturan jadwal operasi kapal.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik saat arus balik, akan disiapkan sebanyak 30 kapal di lintasan Merak-Bakauheni dan 31 kapal di Bakauheni-Merak.
"Kami terus meningkatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan guna memastikan arus penyeberangan berjalan lancar dan aman bagi seluruh pengguna jasa," ujarnya.
Pada Senin (31/3) malam Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang didampingi oleh Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani dan Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano meninjau langsung persiapan arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Dalam kunjungan tersebut, Dudy memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi setelah arus mudik Lebaran 2025.
Menhub Dudy menegaskan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan guna memastikan kelancaran arus balik.
Salah satunya penerapan delaying system dan buffer zone yang ditempatkan di beberapa titik rest area di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar serta lokasi-lokasi strategis di jalur non-tol.
Menhub juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan yang dilakukan di Pelabuhan Bakauheni dan berharap penyelenggaraan arus balik dapat berjalan lebih baik.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan arus kendaraan dengan sistem yang terstruktur agar tidak terjadi kepadatan di pelabuhan.
Langkah teknis seperti pengaturan kantong parkir, delaying system, dan alur lalu lintas yang lebih tertata menjadi faktor kunci dalam optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Menhub Dudy memastikan bahwa jumlah kapal yang disiapkan untuk arus balik mencukupi kebutuhan pemudik.
Sebanyak 67 kapal disiagakan, dengan sekitar 40 kapal dioperasikan secara aktif.
Tiga pelabuhan utama yang digunakan untuk arus balik dari Lampung ke Jawa adalah Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Muara Pilu, serta Pelabuhan Wika Beton yang disiapkan sebagai langkah kontingensi jika terjadi lonjakan penumpang.
Sebagai bagian dari upaya meringankan beban pemudik pada arus balik, ASDP bersama pemerintah menetapkan kebijakan diskon tarif penyeberangan lintas Bakauheni-Merak.
Penerapan diskon ini akan dimulai pada 3 April 2025 pukul 12.00 WIB hingga 7 April 2025 pukul 12.00 WIB melalui Ferizy.
Diskon tarif yang diberikan sebesar 21% hingga 36% untuk berbagai kategori kendaraan penumpang.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kembali ke Pulau Jawa setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Pemudik juga diharapkan dapat merencanakan perjalanan arus balik dengan lebih baik dan sejak jauh hari serta memanfaatkan periode diskon untuk menghindari antrian di puncak arus balik.
Berdasarkan data ASDP, selama periode H-10 hingga hari Lebaran (21-31 Maret 2025), total jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara tercatat sebanyak 225.400 unit.
Angka ini mengalami sedikit penurunan sebesar 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 226.299 unit.
Sementara itu, total jumlah penumpang mengalami kenaikan sebesar 3 persen, dengan jumlah 885.828 orang pada 2025 dibandingkan 859.699 orang pada 2024.
Menhub Dudy berharap pengelolaan arus balik dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak dapat berjalan lancar sebagaimana yang terjadi pada arus mudik.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan arus mudik di Pelabuhan Merak dapat menjadi acuan dalam pengaturan arus balik agar masyarakat dapat kembali ke Pulau Jawa dengan aman dan nyaman.
[Redaktur: Zahara Sitio]