Salah satu lokasi pengeboran berada di Desa Oro-Oro Ombo yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air.
“Kita sudah mulai melakukan pengeboran. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan air bersih sudah bisa keluar dan dimanfaatkan, tidak hanya untuk sawah, tetapi juga untuk masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga:
Antisipasi El Nino 2026, Kementerian PU Maksimalkan Bendungan dan Irigasi
Hasil survei geolistrik menunjukkan adanya potensi sumber air tanah pada kedalaman sekitar 130 hingga 150 meter.
Dari kedalaman tersebut, diperkirakan debit air yang dihasilkan mencapai dua hingga lima liter per detik.
Volume ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 233 kepala keluarga atau sekitar 780 jiwa, sekaligus mendukung pengairan hingga 120 hektare lahan pertanian.
Baca Juga:
Kementerian PU Digeledah, Seskab Teddy Dukung Kejati DKI
Sebagai bagian dari infrastruktur pendukung, proyek ini juga mencakup pembangunan rumah pompa, penyediaan tangki air berkapasitas 5.000 liter, serta pemasangan jaringan perpipaan yang dirancang sesuai dengan standar teknis agar distribusi air berjalan optimal.
Tak hanya fokus pada penyediaan sumber air, pemerintah juga menaruh perhatian pada efisiensi distribusi.
Menteri Dody menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi hingga tingkat tersier agar air dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani.