WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan rekapitulasi kejadian bencana beserta langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dalam rentang waktu Kamis (29/1/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (30/1/2026) pukul 07.00 WIB.
Dalam periode tersebut, sejumlah bencana dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, meliputi Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, serta DKI Jakarta.
Baca Juga:
Hari Keenam Operasi SAR, Tiga Korban Longsor Kembali Ditemukan di Bandung Barat
Di Provinsi Jawa Barat, hujan berintensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama mengakibatkan banjir di Kabupaten Cirebon.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (28/1/2026) ini berdampak pada sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, banjir tersebut berdampak pada 1.273 jiwa dari 425 Kepala Keluarga (KK).
Baca Juga:
BNPB Salurkan Dana Tunggu Hunian Tahap Pertama kepada 86 KK Terdampak Bansor di Aceh Tamiang
Selain itu, sebanyak 312 unit rumah warga dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian muka air bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Cirebon bersama instansi terkait telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar serta melakukan pemantauan di lokasi terdampak guna memastikan keselamatan warga.
Masih di wilayah Jawa Barat, banjir juga terjadi di Kota Bekasi. Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air merendam permukiman warga di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan.
BPBD Kota Bekasi melaporkan sebanyak 80 jiwa terpaksa mengungsi dan saat ini menempati Mushola Jamiatul Khair yang berlokasi di Kampung Lebak, Teluk Pucung.
Sementara itu, pendataan terhadap jumlah rumah terdampak masih terus dilakukan.
Hingga Kamis (29/1/2026), ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan masih mencapai sekitar 150 sentimeter.
BPBD Kota Bekasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait terus melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi dan pemantauan kondisi lapangan.
Selain Jawa Barat, banjir juga melanda wilayah Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Rabu (28/1/2026) memicu meluapnya Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan sehingga merendam permukiman warga.
Tercatat sebanyak 446 unit rumah di enam kelurahan yang tersebar di empat kecamatan terdampak banjir. Jumlah warga terdampak tercatat lebih dari 446 Kepala Keluarga (KK).
Sejak banjir terjadi, BPBD DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat, di antaranya evakuasi warga ke tempat yang lebih aman serta pelaksanaan kaji cepat untuk menilai dampak dan kebutuhan di lapangan.
Hingga laporan ini disusun, genangan air masih belum sepenuhnya surut dengan ketinggian berkisar antara 30 hingga 150 sentimeter.
Sementara itu, peristiwa kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin (26/1/2026).
Kebakaran melanda Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang, dengan luas area terbakar mencapai sekitar 30 hektare.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Mandailing Natal dan aparat terkait segera diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman serta pendinginan. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Kamis (29/1/2026).
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama tiga hari ke depan, mulai Jumat (30/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026).
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi disertai angin kencang akan terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Menindaklanjuti prakiraan tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan lebat dan angin kencang.
Warga diminta menghindari area yang berpotensi membahayakan, seperti pohon besar, papan reklame, serta bangunan yang tidak kokoh.
Bagi masyarakat yang bermukim di wilayah lereng atau perbukitan, BNPB juga mengingatkan agar segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat terjadi lebih dari satu jam.
Selain itu, pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi selama periode puncak musim hujan guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]