Kondisi sirkulasi tersebut membentuk zona konvergensi dan konfluensi di Laut Cina Selatan hingga Laut Natuna, perairan utara Aceh hingga Samudera Hindia barat Aceh, serta Samudera Hindia utara Papua.
“Situasi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat sirkulasi dan sepanjang daerah konvergensi,” ujar BMKG menjelaskan dampaknya.
Baca Juga:
Pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia Resmi Dilantik
Kombinasi dinamika atmosfer itu, lanjut BMKG, menyebabkan potensi cuaca signifikan di berbagai wilayah Indonesia sepanjang Senin (5/1/2026).
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Sementara itu, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di wilayah Maluku Utara dan Maluku.
Baca Juga:
Trump Nekat Ingin Beli Greenland, NATO Bereaksi Keras
Adapun potensi angin kencang diperkirakan berpeluang terjadi di wilayah Maluku seiring pengaruh sistem cuaca tersebut.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]