WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi dua siklon tropis yang berpotensi memengaruhi kondisi gelombang laut di Indonesia, yakni Siklon Tropis Courtney dan Siklon Tropis Dianne.
Dalam analisis yang dilakukan pada Jumat (28/3/2025) pukul 19.00 WIB, BMKG melaporkan bahwa Siklon Tropis Courtney terpantau di Samudra Hindia, barat daya Banten.
Baca Juga:
Wanokaka Nusa Tenggara Timur Diguncang Gempa 6.0 Magnitudo
Pusat sirkulasinya berada sekitar 1.730 kilometer di selatan-barat daya Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum mencapai 95 knot atau setara 175 kilometer per jam dan tekanan minimum sekitar 952 hektopascal (hPa).
BMKG memprediksi bahwa kecepatan angin maksimum Siklon Courtney akan meningkat dalam 24 jam ke depan, meski tetap berada dalam kategori 4. Siklon ini bergerak ke arah barat-barat daya menjauhi Indonesia.
Sementara itu, Siklon Tropis Dianne terdeteksi di Perairan Utara Kimberley, Australia Barat, dengan pusat sirkulasi sekitar 560 kilometer di selatan Pulau Rote.
Baca Juga:
BMKG: Hari Raya Idulfitri, Waspada Hujan Lebat di Dua Hari Lebaran
Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum 40 knot (75 kilometer per jam) dan tekanan udara minimum sekitar 952 hPa.
BMKG memperkirakan dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin maksimum Siklon Dianne akan melemah hingga masuk dalam kategori tekanan rendah (Low Pressure) dengan arah pergerakan ke selatan, semakin menjauhi Indonesia.
“Meskipun kedua siklon ini bergerak menjauhi Indonesia, dampak tidak langsungnya tetap berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di beberapa perairan,” demikian pernyataan resmi BMKG.
Siklon Tropis Courtney diperkirakan memicu gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di beberapa wilayah, seperti perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia di barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu-Lampung, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, Siklon Tropis Dianne juga berpotensi menyebabkan gelombang tinggi hingga 4 meter di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, perairan selatan Pulau Sumba, perairan selatan Pulau Sabu, dan perairan Kupang-Pulau Rote.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas di perairan terdampak.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]