WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tiga bibit siklon tropis terdeteksi aktif di wilayah selatan Indonesia dan berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau perkembangan tiga sistem tersebut yang berada di kawasan Samudra Hindia dan wilayah sekitar Australia.
Baca Juga:
Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek, BMKG Keluarkan Status Siaga untuk 6 Wilayah
Bibit siklon tropis 90S diperkirakan berada di Samudra Hindia barat daya selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara minimum 998 hPa serta bergerak ke arah timur.
BMKG memperkirakan sistem 90S akan melemah dalam dua hari ke depan meskipun tetap berpotensi memengaruhi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia.
"Bibit siklon tersebut menginduksi terbentuknya low level jet di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Barat, serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan selatan Banten hingga selatan NTB dan dari Pulau Jawa hingga NTB," kata BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (11/3/2026).
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Tapin, Banjir di Malang Mulai Surut
Selain itu, BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon tropis 93S yang diprediksi berada di perairan barat Australia Barat dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan udara minimum 995 hPa yang bergerak ke arah barat hingga barat daya.
BMKG menyebut intensitas bibit siklon 93S berada dalam kategori sedang.
Sementara itu bibit siklon tropis 92P terpantau berada di wilayah Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum 15 knot serta tekanan udara minimum 1004 hPa yang bergerak ke arah barat hingga barat daya.
"Dalam 48-72 jam ke depan, 92P diprakirakan akan melemah. Bibit siklon tersebut menyebabkan terbentuknya low level jet di Teluk Carpentaria, serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari Laut Timor hingga Laut Arafuru bagian selatan dan Pesisir Utara Australia bagian utara," jelas BMKG.
Selain pengaruh bibit siklon tropis, kondisi atmosfer dari skala global hingga lokal juga diprediksi turut memengaruhi pola cuaca di Indonesia dalam beberapa hari mendatang.
Monsun Asia diperkirakan menguat disertai peningkatan fenomena seruakan udara dingin yang turut memicu pertumbuhan awan hujan.
Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) juga diperkirakan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
BMKG juga mencatat adanya aktivitas gelombang Kelvin yang terpantau di Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Barat bagian selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, serta Papua bagian utara.
Sementara itu gelombang equatorial rossby diprediksi aktif di wilayah Nusa Tenggara Barat bagian selatan, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Maluku, serta hampir seluruh wilayah Pulau Papua.
"Adanya kombinasi fenomena ini berpotensi memicu peningkatan curah hujan di daerah-daerah tersebut," sebut BMKG.
BMKG memprediksi kondisi cuaca di Indonesia pada periode 6 hingga 8 Maret 2026 secara umum didominasi hujan ringan hingga sedang.
Namun sejumlah wilayah diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat.
Wilayah tersebut antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, serta Sulawesi Barat.
Potensi hujan lebat juga diperkirakan terjadi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, hingga Papua Selatan.
"Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi," imbuh BMKG.
Pada periode berikutnya yakni 9 hingga 12 Maret 2026, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Wilayah yang diprediksi mengalami hujan antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, serta Nusa Tenggara Barat.
Selain itu potensi hujan juga diperkirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, hingga Papua Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]