Ia juga menyampaikan bahwa masa tanggap darurat ditargetkan selesai dalam dua pekan dan tidak akan diperpanjang.
Pemerintah berharap kondisi pascabencana dapat segera pulih dan situasi kembali terkendali.
Baca Juga:
Hari Ketiga Operasi SAR Longsor Pasirlangu, Lima Excavator dan Anjing K9 Dikerahkan
Sementara itu, dalam aspek pemulihan pascabencana, BNPB bersama pemerintah daerah telah melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak.
Berdasarkan data sementara, terdapat 48 unit rumah yang mengalami kerusakan berat hingga hancur akibat bencana longsor tersebut.
Usai berbincang dengan para pengungsi korban longsor Bandung Barat, Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto S.Sos., M.M., (baju rompi hijau) membagikan makanan kepada anak-anak di pos pengungsian Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga:
Fenomena Hidrometeorologi Basah Masih Mendominasi Kejadian Bencana Nasional
Selain itu, diperlukan pendataan lanjutan terhadap rumah-rumah yang berada di zona rawan dan berpotensi membahayakan keselamatan warga sehingga perlu direlokasi.
“Badan Geologi Kementerian ESDM juga sedang mendata, kira-kira di samping 48 tadi, apakah ada rumah-rumah masyarakat yang memang harus direlokasi,” ujar Suharyanto.
BNPB pun meminta pemerintah daerah untuk segera menyiapkan lokasi atau lahan yang akan digunakan sebagai tempat relokasi warga terdampak tanah longsor.