WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia beserta langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah selama periode pemantauan Senin (26/1/2026) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (27/1/2026) pukul 07.00 WIB.
Dalam rentang waktu tersebut, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta angin kencang mendominasi laporan kejadian bencana.
Baca Juga:
Longsor Cisarua Telan Prajurit Marinir, 23 Personel TNI AL Jadi Korban
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara, pada Senin (26/1/2026).
BPBD menurunkan petugas pemadam kebakaran Posko Parapat untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Senin (26/1/2026). [Foto: BPBD Provinsi Sumatera Utara].
Karhutla melanda wilayah Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dengan luas area terbakar mencapai sekitar lima hektare.
Baca Juga:
83 Korban Longsor Bandung Barat dalam Pencarian, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca
Menyikapi kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun bersama unsur terkait segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman serta pendinginan.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada sore hari di hari yang sama.
BPBD menurunkan petugas pemadam kebakaran Posko Parapat untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Senin (26/1/2026). [Foto: BPBD Provinsi Sumatera Utara].
Sementara itu, bencana angin kencang melanda Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (25/1/2026).
Dampak kejadian ini dirasakan oleh 137 jiwa, dengan tiga orang di antaranya harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Angin kencang tersebut mengakibatkan kerusakan pada 44 unit rumah warga serta empat unit fasilitas umum.
BPBD Kabupaten Ciamis telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pembersihan material akibat pohon tumbang, penyaluran bantuan logistik, hingga perbaikan rumah warga yang terdampak.
Masih di wilayah Jawa Barat, angin kencang yang terjadi setelah hujan deras juga melanda Kabupaten Bogor pada Minggu (25/1/2026).
BPBD melakukan asesmen kerusakan rumah warga terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (25/1/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Bogor].
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Caringin. Sebanyak 90 warga terdampak akibat peristiwa ini, dengan 16 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.
Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Bogor, tercatat 15 unit rumah mengalami rusak ringan, delapan unit rusak sedang, serta tiga unit rumah rusak berat.
BPBD melakukan asesmen kerusakan rumah warga terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (25/1/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Bogor].
Hingga saat ini, sebagian rumah warga yang terdampak telah selesai diperbaiki secara bertahap.
Bencana angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (24/1/2026).
Sebanyak 188 jiwa terdampak dalam kejadian ini, dengan tiga orang warga dilaporkan mengalami luka-luka.
Angin kencang yang terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan kerusakan pada 43 unit rumah warga.
BPBD Kota Kupang bersama instansi terkait telah melakukan penanganan medis bagi korban luka, pembersihan material sisa bencana, serta penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama tiga hari ke depan, terhitung mulai Selasa (27/1/2026) hingga Kamis (29/1/2026).
Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi disertai angin kencang diprakirakan akan melanda hampir seluruh wilayah Indonesia.
Menindaklanjuti peringatan tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Langkah mitigasi yang dianjurkan antara lain memastikan kondisi dan kekuatan atap rumah, memangkas pohon atau ranting yang berisiko tumbang, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat dan angin kencang guna meminimalkan risiko keselamatan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]