WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dalam periode Kamis (5/2/2026) hingga Jumat (6/2/2026) pukul 07.00 WIB, mayoritas bencana dipicu oleh cuaca ekstrem, khususnya bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.
Baca Juga:
Pergerakan Tanah di Tegal, 1.686 Warga dan Santri Mengungsi ke Lokasi Aman
Di Provinsi Jawa Timur, hujan lebat yang disertai angin kencang melanda beberapa wilayah, yakni Kabupaten Kediri, Mojokerto, dan Jombang pada Rabu (4/2/2026).
Di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, dampak kejadian tersebut menyebabkan 10 unit rumah mengalami kerusakan ringan serta satu fasilitas pendidikan terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri bersama perangkat daerah setempat telah melakukan pendataan serta langkah penanganan lanjutan.
Baca Juga:
Huntara Pidie Jaya Diresmikan, Pemerintah Dorong Warga Segera Tinggalkan Pengungsian
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Dalam peristiwa ini, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan, dua unit rumah rusak berat, 17 unit rumah rusak ringan, serta satu akses jalan terdampak.
BPBD Kabupaten Jombang bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik serta melakukan pembersihan material bangunan yang rusak bersama masyarakat setempat.
Sementara itu, di Kabupaten Mojokerto, hujan ringan yang disertai angin kencang menerjang Kecamatan Sooko, Trowulan, dan Puri.
Akibatnya, delapan unit rumah mengalami kerusakan ringan dan sejumlah pohon tumbang sempat menutup akses jalan.
Kondisi tersebut kini telah ditangani dan dibersihkan oleh BPBD Kabupaten Mojokerto.
Masih di Jawa Timur, hujan berintensitas tinggi menyebabkan Sungai Gandong meluap dan mengakibatkan banjir di Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (4/2/2026).
Banjir tersebut merendam sekitar 350 unit rumah warga. Selain itu, empat fasilitas ibadah, satu fasilitas kesehatan, serta sekitar 10 hektare lahan pertanian turut terdampak.
Saat ini, genangan air telah surut dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal.
Beralih ke Provinsi Jawa Tengah, hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di Kota Tegal yang berdampak pada 6.957 jiwa di tiga kecamatan, yakni Margadana, Tegal Barat, dan Tegal Timur, pada Rabu (4/2/2026).
Dilaporkan sebanyak lima kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabat terdekat. BPBD Kota Tegal mencatat 2.381 unit rumah serta satu fasilitas pendidikan terdampak banjir.
Hingga Kamis (5/2/2026) pukul 12.30 WIB, genangan air masih ditemukan di sejumlah titik.
Selain itu, hujan lebat juga menyebabkan sungai dan saluran irigasi meluap di enam kecamatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Kamis (5/2/2026).
Banjir yang merendam wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (5/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Pemalang]
Ketinggian muka air dilaporkan mencapai hingga 80 sentimeter.
Sebanyak 8.364 unit rumah terdampak dan 90 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat ibadah terdekat.
BPBD Kabupaten Pemalang mengerahkan perahu karet untuk proses evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Banjir di beberapa wilayah dilaporkan mulai berangsur surut.
Banjir yang merendam wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (5/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Pemalang]
Di Provinsi Sumatera Selatan, hujan lebat menyebabkan luapan sungai yang mengakibatkan banjir di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, pada Kamis (5/2/2026).
Genangan banjir merendam ruas jalan di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, Kamis (5/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu]
Sebanyak 40 unit rumah warga dilaporkan terendam. Saat ini kondisi banjir telah surut dan BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu bersama masyarakat setempat melakukan pembersihan rumah dengan pendampingan tim gabungan.
Genangan banjir merendam ruas jalan di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, Kamis (5/2/2026). [Foto: BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu]
Sementara itu, di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, hujan lebat yang disertai angin kencang memicu terjadinya banjir pada Kamis (5/2/2026).
Dalam kejadian ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan telah ditemukan oleh tim gabungan.
Hingga kini, proses penanganan darurat dan pendataan dampak kerusakan masih terus berlangsung.
Kejadian tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (5/2/2026).
Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat dan mengikis bagian belakang rumah warga hingga terjadi amblas.
Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. BPBD Kabupaten Bandung melaporkan satu unit rumah rusak berat serta 10 unit rumah lainnya terdampak di dua kecamatan.
Warga diimbau untuk segera melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan prakiraan cuaca ekstrem yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 6 hingga 8 Februari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang.
Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang bermukim di bantaran sungai dan kawasan perbukitan.
Evakuasi ke tempat yang lebih aman disarankan apabila hujan lebat terjadi lebih dari satu jam dengan jarak pandang terbatas.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan melakukan pemeriksaan kondisi tanggul dan daerah aliran sungai, memangkas pohon-pohon rimbun yang berpotensi tumbang, serta menyiapkan langkah-langkah kedaruratan.
Upaya tersebut meliputi penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas, penyiapan jalur dan lokasi evakuasi, serta peningkatan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]