WAHANANEWS.CO, Jakarta - Skema bantuan stimulan untuk rumah warga terdampak banjir besar Sumatera akhir November 2025 mulai dijabarkan BNPB, dengan nilai bantuan berbeda sesuai tingkat kerusakan bangunan.
Penyaluran bantuan tersebut disesuaikan dengan kategori kerusakan rumah, yakni rusak ringan dengan tingkat kerusakan 0–30 persen, rusak sedang 30–70 persen, dan rusak berat di atas 70 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga:
Banjir di Jakut Satpol PP Amankan Puluhan Pelat Nomor dari Tukang Tambal Ban
Acuan penilaian kerusakan bangunan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum serta petunjuk pelaksanaan yang ditetapkan oleh BNPB.
“Pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan kepada warga terdampak sesuai tingkat kerusakan rumah, untuk kategori rusak ringan diberikan bantuan sebesar Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak berat sebesar Rp 60 juta dalam bentuk pembangunan rumah,” kata Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).
Untuk memastikan akurasi data, BNPB juga menggelar bimbingan teknis pendataan ulang rumah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Aceh Timur.
Baca Juga:
Pelaku Utama Penyelundupan 122 Kg Sabu di Bakauheni Diburu Polisi
Sebanyak 220 peserta yang berasal dari mahasiswa dan berdomisili di wilayah setempat dilibatkan dalam kegiatan pendataan tersebut.
Para mahasiswa dibekali materi pendataan serta indikator kerusakan bangunan sebelum diterjunkan ke lapangan selama 10 hari.
Pendataan dilakukan secara langsung dengan metode verifikasi dan pelengkapan data by name by address di 24 kecamatan terdampak banjir.
“Melalui pendataan ulang ini, diharapkan klasifikasi kerusakan dapat lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Jarwansah.
Sementara itu, data pembangunan hunian sementara bagi korban banjir Sumatera juga disampaikan oleh BNPB.
“781 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni,” ucap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers, Sabtu (17/1/2026).
Pembangunan 781 unit hunian sementara tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir Sumatera yang terjadi pada akhir November 2025.
Pria yang akrab disapa Aam ini menyebut realisasi pembangunan hunian sementara masih jauh dari rencana pengajuan sebanyak 27.860 unit.
Jumlah pengajuan tersebut didasarkan pada data rumah rusak berat yang mencapai 50.668 unit.
“Saat ini, 5.738 unit masih dalam proses pembangunan,” kata Aam.
Selain hunian sementara, BNPB juga mencatat pengajuan pembangunan hunian tetap sebanyak 10.273 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 648 unit hunian tetap dilaporkan telah memasuki tahap konstruksi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]