WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepastian tersebut berlaku secara nasional maupun di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi.
Baca Juga:
Satu Hari Mentan Galang Bantuan Terkumpul Rp75 Miliar, Ini Kata MUI
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa berdasarkan data Neraca Pangan serta proyeksi produksi hingga April 2026, sebagian besar komoditas strategis nasional berada dalam posisi surplus.
Kondisi ini dinilai menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Data menunjukkan sejumlah komoditas utama mencatatkan surplus yang signifikan.
Baca Juga:
Migor Ilegal Masuk ke RI 2 Ton, Mentan Amran Kesal: Kita Produsen Sawit Terbesar
Stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,5 juta ton dan diperkirakan terus bertambah seiring berlangsungnya panen raya serta peningkatan tren produksi sekitar 15 persen hingga Maret.
“Kalau tren ini bertahan sampai akhir bulan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka, Kalau konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus diperkirakan bisa mencapai sekitar 9 juta ton. Kami pastikan stok beras nasional dalam kondisi surplus. Beras kita sangat kuat menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat," kata Mentan Amran, Senin (02/03/2026).
Selain beras, komoditas jagung juga menunjukkan performa positif dengan total ketersediaan mencapai 10,751 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 5,899 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 4,852 juta ton.