WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif rencana pembangunan fasilitas waste to energy atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bekasi Raya yang dijadwalkan mulai Maret 2026.
Relawan menilai langkah ini sebagai bukti konkret komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjawab persoalan sampah sekaligus memperkuat transisi energi berbasis lingkungan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Gerak Cepat PLN NTB Pulihkan Listrik Pascacuaca Ekstrem di Lombok
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa proyek PSEL di Bekasi Raya merupakan implementasi nyata dari arahan Presiden.
“Ini adalah simbol keberanian kepemimpinan. Ketika Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan waste to energy di kawasan industri terbesar Asia Tenggara, itu menunjukkan orientasi kebijakan yang solutif dan visioner,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Menurut Tohom, keputusan mempercepat groundbreaking pada Maret 2026 mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengurai persoalan sampah yang telah lama menjadi beban lingkungan dan sosial.
Baca Juga:
Respons Data Sampah Dunia, MARTABAT Prabowo-Gibran: Saatnya Transformasi Total Pengelolaan Limbah
Ia menilai, integrasi antara kebijakan lingkungan dan energi merupakan ciri pemerintahan yang adaptif terhadap tantangan global.
“Kita tidak bisa lagi melihat sampah sebagai residu, melainkan sebagai sumber daya. Inilah paradigma ekonomi sirkular yang harus diperkuat,” katanya.
Tohom juga menyoroti pentingnya masa transisi 2,5 hingga 3 tahun sebelum fasilitas beroperasi penuh.