WAHANANEWS.CO, Jakarta – Perum Bulog mencatat serapan gabah selama panen raya tahun ini mengalami lonjakan kenaikan yang sangat signifikan, yaitu mencapai 2.000 persen lebih apabila dibandingkan dengan tahun 2015 lalu yang hanya sebesar 30.964 ton.
Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah menetapkan harga HPP gabah kering panen sebesar Rp6.500 perkilogram dari yang sebelumnya Rp5.500 perkilogram.
Baca Juga:
Tegas! Mentan Sebut Bulog Wajib Serap Gabah Petani Any Quality
Kabar baik ini turut menyedot perhatian sejumlah pihak yang merespons positif atas upaya pemerintah, khususnya kementerian pertanian (Kementan) dalam mewujudkan swasembada beras.
Mengenai hal ini, Rektor IPB University, Arif Satria mengapresiasi capaian serapan gabah yang cukup tinggi tahun ini.
Dia pun menyebut bahwa prestasi tersebut merupakan kado istimewa lebaran bagi seluruh komponen bangsa.
Baca Juga:
Pemkot Jambi Pastikan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Batanghari
“Ini kado istimewa lebaran dan juga prestasi yang luar biasa yang perlu terus dipertahankan,” kata Arif, belum lama ini.
Bagi Arif, kolaborasi Kementan dan Bulog sejauh ini mampu membuahkan hasil terhadap kenaikan produksi dan juga serapan gabah petani hingga menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya mengapresiasi kerjasama Bulog dan Kementan dalam meningkatkan capaian serapan yang sangat tinggi ini, yaitu 725 ribu ton,” katanya.