Kendati demikian, Arif mengingatkan bahwa pemerintah dan juga petani harus menjaga kualitas gabah agar tetap tinggi sehingga antara kualitas dan kuantitas sama-sama bisa dipertahankan untuk menjaga beras nasional.
“Langkah berikutnya yang harus ditempuh adalah bagaimana meningkatkan kualitas gabah petani sehingga kualitas beras bulog juga semakin tinggi. Jadi kuantitas dan kualitas sama-sama kita tingkatkan,” katanya.
Baca Juga:
Tegas! Mentan Sebut Bulog Wajib Serap Gabah Petani Any Quality
Sementara itu, Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kekompakan antar lembaga bidang pangan yang bergerak dibawah tangan dingin Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
“Saya sih oke ya dengan data ini, prestasi luar biasa. Ingat, pangan itu sektor dasar yang menentukan nasib bangsa kita ke depan. Jadi saya apresiasi kinerja bulog dan Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) yang terus bekerja meningkatkan produksi dalam negeri,” katanya.
Sebagai informasi, serapan gabah pada 28 Maret 2025 tercatat mencapai 725.513 ton setara beras atau meningkat 2.243,09 persen bila dibandingkan tahun 2015 yang hanya 30.964 ton.
Baca Juga:
Pemkot Jambi Pastikan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Batanghari
Serapan gabah tahun ini juga jauh meningkat sebesar 1.970,53 persen bila dibandingkan serapan tahun lalu yang hanya 35.040 ton.
Sedangkan rata-rata serapan 2015 sampai 2024 mencapai 152.082 ton.
Capaian ini sejalan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan lonjakan produksi beras nasional pada periode Januari-Maret 2025 sebesar 52,32% dibandingkan periode yang sama tahun 2024, mencapai 8,67 juta ton, dengan potensi luas panen padi mencapai 2,83 juta hektar.