"Tindakan disiplin ini diberhentikan indisipliner ada kasus keracunan, kemudian ada yang phishing," ungkapnya.
Sudaryono menjelaskan terdapat kepala dapur yang memiliki kewenangan mencairkan uang, tetapi kemudian mengaku menjadi korban penipuan hingga dana tersebut hilang.
Baca Juga:
Awasi Ketat Dapur MBG, Kerahkan Dokter Sampai Chef Profesional
"Phishing itu dia berwenang mencairkan uang tapi kemudian mengaku kena scam, kemudian uangnya hilang, ini kami berhentikan, dan dapurnya kami suspend," lanjut Sudaryono.
BGN mengambil langkah pemberhentian terhadap kepala dapur yang bermasalah sekaligus menghentikan sementara operasional dapur terkait untuk kepentingan pemeriksaan dan evaluasi.
Sudaryono memastikan lembaga yang dipimpinnya menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap kasus keracunan maupun penyimpangan keuangan dalam pelaksanaan program MBG.
Baca Juga:
BGN Siapkan Portal MBG, Menu Hingga Dapur Bisa Dipantau Warga RI
"Yang jelas kami zero tolerance pada keracunan, zero tolerance terhadap tindakan korupsi," tegas Sudaryono.
Menurut dia, ketegasan tersebut diperlukan karena pengelolaan SPPG menyangkut keamanan makanan bagi penerima manfaat sekaligus penggunaan anggaran yang harus dipertanggungjawabkan.
"'Hengki-pengki', ngentit uang, itu kita zero tolerance dan kami telah siapkan suatu sistem mekanisme di mana trust is good tapi control is better," pungkasnya.