"Anies Baswedan berada di seberang kami, kami tidak ada masalah dengan beliau pribadi, karena pada saat beliau jadi jubir capres Pak Jokowi itu kami menyambut dengan sangat baik. Kami percaya beliau membawa pesan yang baik untuk negara ini, hingga dilantik jadi menteri, siapa pun pilihan Pak Jokowi kami support," kata Niluh.
Fredriek Lumalente
Baca Juga:
Menyambut HUT ke-14, DPD Partai Nasdem Dairi Gelar Donor Darah
Ketua DPW Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (Garpu) NasDem Sulawesi Utara (Sulut) Fredriek 'Didi Roa' Lumalente juga mengikuti jejak Niluh.
Fredriek mengaku tak cocok dengan sosok Anies. Dia juga telah mengobrol dengan Niluh sebelum mengumumkan keputusan itu.
"Saya dengan Niluh di Bali, kami bercerita. Saya kan tidak terlalu suka ke Anies, jadi keluar saja. Sebagai kader saya mundur," ucap Fredriek dilansir detikcom, Kamis (6/10).
Baca Juga:
Rumahnya Dijarah, Ahmad Sahroni Balik ke Tanjung Priok dan Cerita Kronologi di Hadapan Warga
Panji Astika
Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksekutif di DPW NasDem Bali Anak Agung Ngurah Panji Astika juga mengikuti jejak Niluh dan Frederiek keluar dari NasDem. Ia menilai lebih baik keluar daripada terus tidak cocok dengan keputusan NasDem.
Di sisi lain, petinggi DPP NasDem melalui Wakil Sekretaris Jenderal Hermawi Taslim mengklaim partainya tak kehilangan kader setelah deklarasi Anies. Sebaliknya, keputusan NasDem mengusung Anies justru menambah kekuatan partai.