WAHANANEWS.CO, Jakarta - Istana tak memilih diam setelah gelombang mahasiswa dan elemen masyarakat turun ke Bundaran HI membawa lima tuntutan besar kepada pemerintah.
Pemerintah menyatakan telah menyiapkan sejumlah jawaban atas tuntutan tersebut, mulai dari efisiensi anggaran, penguatan ketahanan energi, evaluasi program Makan Bergizi Gratis, hingga pembenahan struktur ekonomi nasional.
Baca Juga:
Dunia Mengakui Kehebatan La Roja, Ini Deretan Rekor Bersejarah yang Baru Saja Diciptakan
Respons itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari setelah aksi demonstrasi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Qodari mengatakan pemerintah memahami tuntutan publik sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus didengarkan.
"Tuntutan dari masyarakat, tuntutan dari mahasiswa tentu sangat wajar sebagai bagian dari proses dan sistem demokrasi," ujar Qodari dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga:
Spanyol Borong Penghargaan, Rodri hingga Unai Simon Kuasai Piala Dunia 2026
Ia menilai suara mahasiswa tetap menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan dan pembenahan negara.
"Tentu kita ingin mendengarkan masukan dan saran dari berbagai macam kelompok masyarakat, apalagi mahasiswa," pungkas dia.
Salah satu tuntutan yang disampaikan massa aksi adalah penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.